Keterangan Gambar : Camat Siak Kecil Nicky Hotman Ramdani dan Upika Melepas Pawai Karnaval Budaya, Sempena 17 Agustus 2026.
SIAK KECIL, Riauberdaulat.Com — Siang itu, Kecamatan Siak Kecil seakan berubah menjadi panggung besar kebudayaan. Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan turun ke jalan, mengenakan beragam kostum, membawa kreativitas masing-masing, dan menyatukan langkah dalam Karnaval Budaya memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak kurang dari 6.000 peserta dari 47 sekolah ikut ambil bagian. Mulai dari Kelompok Bermain (KB), TK, SD, SMP/MTs hingga SMA/SMK, semuanya hadir membawa warna dan cerita masing-masing.
Karnaval tersebut tidak hanya menjadi tontonan kemeriahan peringatan kemerdekaan. Di balik kostum dan kreativitas yang ditampilkan, terselip pesan tentang keberagaman, kecintaan terhadap Indonesia, kepedulian lingkungan, hingga pentingnya menanamkan keberanian dan kebersamaan kepada generasi muda.

Camat Siak Kecil, Nicky Hotman Ramdani, mengatakan karnaval budaya bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan hari kemerdekaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat persatuan dan kesatuan, sekaligus mengenalkan kekayaan dan keberagaman yang dimiliki Indonesia.

“Karnaval budaya bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat persatuan dan kesatuan, serta mengenalkan kekayaan dan keberagaman yang kita miliki,” ujar Nicky.
Ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan kreativitas dan semangat dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Nicky juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, keselamatan dan kebersihan selama karnaval berlangsung. Ia berharap kemeriahan HUT ke-81 RI tetap dirayakan dengan penuh kegembiraan dan menjunjung tinggi sportivitas.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Nicky kemudian secara resmi membuka sekaligus memberangkatkan Karnaval Budaya HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Siak Kecil.

Besarnya antusiasme terlihat dari keterlibatan sekolah di seluruh jenjang pendidikan.
Peserta terdiri dari 5 Kelompok Bermain, 6 TK, 22 SD, 12 SMP/MTs dan 3 SMA/SMK, dengan total sekitar 47 sekolah dan 6.000 peserta.
Koordinator Karnaval, Korwilcam Siak Kecil Katwadi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, kebersamaan dan kecintaan terhadap bangsa serta budaya Indonesia.
“Karnaval hari ini bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Lebih dari itu, karnaval merupakan ruang untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, kebersamaan, serta kecintaan kita terhadap bangsa dan budaya Indonesia,” katanya.
Menurut Katwadi, peserta dari berbagai jenjang pendidikan hadir dengan kreasi yang menggambarkan semangat generasi penerus bangsa.
Tema yang diangkat pun tidak hanya berbicara mengenai kemeriahan, tetapi juga mengajak peserta mengolah kreativitas melalui daur ulang, profesi dan budaya bangsa.
Dari barang-barang sederhana dan benda yang sudah tidak terpakai, para peserta didorong untuk melahirkan karya yang menarik dan bernilai.
“Ini mengajarkan kepada anak-anak kita untuk peduli terhadap lingkungan, kreatif dalam memanfaatkan sesuatu, dan tidak mudah melihat sesuatu sebagai barang yang tidak berguna,” jelasnya.
Ada bagian lain yang membuat Karnaval Budaya Siak Kecil tahun ini terasa istimewa.
Bukan hanya karena jumlah peserta yang mencapai ribuan, tetapi juga karena sejumlah sekolah yang berada cukup jauh dari pusat kegiatan tetap memilih hadir dan menjadi bagian dari perayaan.
Katwadi secara khusus menyampaikan apresiasi kepada sejumlah sekolah yang tetap datang meski harus menempuh jarak dan menghadapi keterbatasan.
Di antaranya PAUD Cempaka Desa Sadar Jaya yang dikelola Suhartini, SDN 16 Siak Kecil Desa Bandar Jaya dengan kepala sekolah Mawardi, SDN 19 Siak Kecil Desa Muara Dua dengan kepala sekolah Kamariah, serta SDN 21 Siak Kecil Desa Bandar Jaya dengan kepala sekolah Ruslan Zani.
“Jarak dan keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk hadir. Dengan semangat kebersamaan, Bapak/Ibu guru telah membawa anak-anak didik untuk datang, tampil, dan menjadi bagian dari kemeriahan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” ungkap Katwadi.
Bagi para guru dan orang tua, perjalanan menuju lokasi mungkin membutuhkan tenaga dan waktu. Namun bagi anak-anak, kehadiran mereka menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan.
Mereka belajar berani tampil di hadapan masyarakat, menghargai keberagaman, bekerja sama, sekaligus merasakan secara langsung bahwa kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang dikenang melalui upacara, tetapi juga dirayakan bersama.
Katwadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh sekolah, guru, pendamping, orang tua dan panitia yang telah memberikan waktu, tenaga dan pikiran untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih atas partisipasinya. Terima kasih atas semangatnya. Terima kasih telah menjadi bagian dari kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-81,” katanya.
Ia berharap semangat tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa sejauh apa pun perjalanan yang harus ditempuh, ketika ada kemauan untuk berkontribusi dan berbagi kebahagiaan, maka jarak bukan alasan untuk tidak hadir.
Dari sekolah yang terdekat hingga yang terjauh, seluruhnya berkumpul dalam satu semangat: memeriahkan kemerdekaan, membangun kebersamaan dan menanamkan cinta Indonesia kepada generasi penerus.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Siak Kecil beserta ibu, Kapolsek Siak Kecil Iptu Bastian Rinaldy, S.H., Danramil Bukit Batu, Siak Kecil dan Bandar Laksamana yang diwakili Pelda Sayuti, Ketua MUI Siak Kecil Jais Gunawan, S.E., Forkopimcam, para kepala UPT, Korwilcam serta seluruh kepala sekolah.(Win)
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!
Tulis Komentar