Keterangan Gambar : Anggota DPRD Bengkalis Haji Rafee bersama masyarakat Sungai Pakning Kecamatan Bukit Batu, belum lama ini.
BENGKALIS – Sebuah geliat ekonomi baru tengah disemai di wilayah Kecamatan Bukit Batu, Siak Kecil, dan Bandar Laksamana. Anggota DPRD Bengkalis Daerah Pemilihan (Dapil) setempat, H. Muhammad Rafee dari Fraksi PKS, melontarkan gagasan brilian yang tak hanya menguatkan ketahanan pangan, tetapi juga membuka lebar keran rezeki bagi warganya. Beliau mendorong masyarakat di tiga kecamatan yang akrab disebut kawasan Gerbang Laksamana ini untuk memulai gerakan produktif: dari beternak hingga bertani.
Bukan sekadar himbauan biasa, ajakan ini dirangkai dengan visi besar. H. Muhammad Rafee menginginkan agar lahan-lahan kosong dan pekarangan rumah dapat disulap menjadi sumber penghasilan. "Mari kita bentuk kelompok-kelompok ternak. Bisa ayam, bebek, kambing, atau sapi. Juga kelompok tani, baik untuk padi maupun buah-buahan," ujarnya dengan penuh semangat, belum lama ini saat melaksanakan reses di Kecamatan Bukit Batu.
Yang membuat gagasan ini begitu realistis dan menggiurkan adalah ketersediaan pasar yang sudah menanti. Politisi PKS itu menunjuk pada program prioritas nasional, Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang kini telah memiliki banyak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bengkalis. Dapur-dapur inilah yang akan menjadi "lumbung" pembeli tetap hasil panen dan ternak masyarakat.
"Coba bayangkan, daging ayam, daging bebek, telur ayam, telur bebek, bahkan buah-buahan hingga kue kering lokal, semuanya sangat dibutuhkan oleh dapur SPPG untuk menyediakan MBG. Pasarnya sudah jelas, siap menampung, dan butuh pasokan rutin," terang Haji Rafee.
Ia menekankan, ini adalah momentum emas bagi masyarakat lokal untuk bangkit. Dengan pasokan dari dalam daerah, dapur MBG tak perlu lagi mencari bahan pangan dari luar. Produk lokal lebih segar dan yang terpenting, uangnya akan berputar di lingkungan sendiri, menggerakkan ekonomi warga.
"Sekarang tinggal keseriusan dan ketekunan kita. Jika program ketahanan pangan ini digarap dengan sungguh-sungguh, ekonomi masyarakat akan terangkat. Jangan sampai piring orang lain terisi dari hasil bumi kita, tapi justru kita yang kesulitan ekonominya," tegasnya.
Tak hanya kepada masyarakat, Legislator Bengkalis Haji Rafee ini juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh pengelola Dapur MBG atau SPPG di Kabupaten Bengkalis.
Ia meminta agar pihak dapur SPPG memprioritaskan supply bahan pangan, baik basah maupun kering, dari para petani dan peternak lokal. "Prioritaskan yang lokal, jika memang sudah tersedia dan memungkinkan. Ini demi kebaikan kita bersama, serta membantu ekonomi masyarakat lokal," pintanya.
Ajakan ini disambut antusias oleh warga. Salah seorang tokoh masyarakar di Kecamatan Bukit Batu Bustami menyatakan kesiapannya untuk menghidupkan kembali kelompok ternak yang sempat vakum.
"Kami sangat termotivasi. Biasanya kami bingung mau jual ke mana kalau panen atau ternak dalam jumlah banyak. Sekarang ada kepastian pasar berkat program MBG dan dorongan Pak Haji Rafee, Insha Allah kami akan kembali membudidaya Ternak Bebek di Desa Pakning Asal," ujarnya.
Gagasan H. Muhammad Rafee ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan ekonomi kerakyatan di kawasan Gerbang Laksamana. Dengan semangat gotong royong dan dukungan kebijakan yang berpihak pada lokal, tiga kecamatan ini berpotensi menjadi lumbung pangan penyangga program bergengsi di negeri ini. Kini, bola sudah digelindingkan, tinggal semangat warga untuk menyambutnya menjadi pahlawan pangan di daerah sendiri.(Win)
Tulis Komentar