Keterangan Gambar : Apel pagi, Senin (02/03/2026) di Halaman Mapolres Bengkalis yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar,.
BENGKALIS – Sebuah prosesi haru sekaligus peringatan keras terjadi di halaman Mapolres Bengkalis, Senin pagi (2/3/2026). Bingkai foto Aipda Asmadi disilangkan di hadapan apel pagi—tanda kehormatan yang selama 20 tahun melekat padanya, resmi dicabut.

Bukan karena kasus narkoba atau pidana berat lainnya, pria yang terakhir bertugas di Seksi Propam ini harus kehilangan baju cokelat kebanggaannya akibat desersi: meninggalkan tugas tanpa izin selama lebih dari 70 hari berturut-turut.
"Bukan Polisi yang Butuh Anda, Tapi Anda yang Butuh Polisi"
Kalimat itu meluncur tegas dari Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, di hadapan ratusan personel yang hadir. Ia tak mau prosesi pencopotan ini hanya jadi seremoni belaka. Justru, ini adalah tamparan keras bagi seluruh anggota yang mulai "panas-panas tahi ayam" dalam mengemban amanah.
"Kalau sudah tidak tahan jadi polisi, silakan ajukan pengunduran diri. Itu lebih terhormat," ujarnya, mengingatkan bahwa masih ribuan orang di luar sana rela antre demi kursi yang kini ditinggalkan begitu saja oleh Aipda Asmadi.
Kapolres menegaskan, PTDH ini adalah yang pertama sejak ia menjabat. Tapi ia tak segan-segan akan menjatuhkan sanksi serupa jika masih ada anggota yang menganggap remeh sumpah dan tugasnya.
Pesan Tersembunyi: Disiplin Dimulai dari Dalam
Yang menarik, pemecatan ini datang dari kesatuan Propam—unit yang seharusnya menjadi garda terdepan penegak disiplin internal. Ironi ini tak luput dari perhatian. Bahwa pengawasan tak akan berarti jika mentalitas personelnya sendiri rapuh.
Apel pagi itu pun ditutup dengan pesan singkat namun mengena:
"Jaga marwah institusi ini. Sayangi baju yang kalian pakai hari ini, karena belum tentu kalian bisa memakainya esok hari."
Refleksi untuk Seragam Cokelat
Bagi anggota Polri, kasus ini bukan sekadar berita. Ini adalah pengingat bahwa jabatan, pangkat, dan masa kerja panjang tak menjamin kekebalan dari aturan. Desertir tetaplah desertir, meski sebelumnya ia bagian dari Propam sekalipun.
Apakah ini akan jadi efek jera? Atau justru jadi alarm bagi mereka yang selama ini "main-main" dengan absensi? Yang jelas, peta karier di tubuh Polres Bengkalis sedang diguncang—dan tak ada tempat bagi mereka yang lari dari tanggung jawab.(Win)
Tulis Komentar