Dumai – Ribuan masyarakat Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, tumpah ruah dalam gelaran tradisi Mandi Belimau menyambut bulan suci Ramadhan 2026. Kegiatan yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi ritual penyucian diri, tetapi juga perayaan kebersamaan yang mempersatukan seluruh elemen masyarakat.

Ketua Komisi I DPRD Kota Dumai, Edison SH, yang hadir langsung di lokasi memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan masyarakat atas suksesnya penyelenggaraan tradisi turun-temurun tersebut.
"Ini bukan sekadar acara seremonial. Mandi Belimau adalah identitas budaya Melayu yang sarat makna. Saya bangga melihat antusiasme dan kekompakan masyarakat Teluk Makmur dalam menjaga warisan leluhur ini," ujar Edison di sela-sela acara, Senin.
Tradisi yang berlangsung di kawasan pesisir ini menjadi simbol penyucian jiwa dan raga sebelum memasuki bulan penuh ampunan. Dengan dihadiri berbagai unsur mulai dari Kapolsek Medang Kampai, Camat, Lurah, Ketua Karang Taruna, Babinsa, BPBD, Damkar Dumai, hingga perwakilan PT Wilmar, kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dapat menciptakan harmoni yang indah.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran anggota Pemuda Pancasila Medang Kampai serta para Ketua RT se-Kelurahan Teluk Makmur yang turut serta dalam prosesi. Tak ketinggalan, Romadhan Perindu, moderator khas Medang Kampai yang dikenal luas, memandu jalannya acara dengan gaya khas yang membumi dan menghibur.
"Mandi Belimau ini momentum untuk saling memaafkan, membersihkan hati, dan mempererat tali silaturahmi. Ini milik kita bersama, bukan sekadar tontonan tapi tuntunan," ujar Romadhan saat ditemui media.
Kegiatan yang dikemas meriah ini pun mendapat sambutan luar biasa dari warga. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak antusias mengikuti rangkaian acara, menjadikan Mandi Belimau 2026 sebagai salah satu agenda budaya paling membanggakan di Kota Dumai.
Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, Teluk Makmur kembali menegaskan diri sebagai kampung yang tak hanya kaya sumber daya, tetapi juga kaya tradisi dan kearifan lokal.(Aldo)
Tulis Komentar