Rapat Paripurna HUT Bengkalis ke 513 : Sakralnya Refleksi Sejarah, Tegasnya Komitmen Pembangunan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Sidang Paripurna HUT Bengkalis ke 513 di Sekretariat DPRD Bengkalis

BENGKALIS – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis pagi itu berbeda dari biasanya. Aura sakral dan semangat kebangsaan menyatu dalam nuansa yang syahdu saat Rapat Paripurna Istimewa digelar sebagai puncak peringatan Hari Jadi ke-513 Kabupaten Bengkalis, Rabu (30/07/2025).


Dipimpin Wakil Ketua DPRD M. Arsya Fadillah, sidang berlangsung penuh khidmat. Arsya hadir sebagai pemimpin rapat yang tidak hanya menyampaikan agenda resmi, tetapi juga menyalakan semangat kolektif tentang pentingnya menghormati sejarah dan membangun masa depan yang lebih baik.


“Menghormati sejarah, adalah menghormati diri kita sendiri. Jika sejarah mengabarkan tangisan kepedihan, maka hari ini kita harus menggantinya dengan tawa kebahagiaan,” ucap Arsya, menyentuh hati seluruh hadirin.


Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang hadir, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua DPRD dan anggota Fraksi PDI Perjuangan yang tengah menjalankan agenda kepartaian di luar daerah.

Simbol Spiritualitas dan Kebudayaan


Paripurna tahun ini bukan hanya ajang formal, tapi menjadi panggung spiritual dan budaya yang menyatukan ragam elemen masyarakat. Qori jemputan Ahmad Syafii membuka acara dengan lantunan ayat suci Al-Baqarah ayat 126–127 yang menggema penuh kekhidmatan, membawa para hadirin pada ruang batin yang dalam dan tenang.


Acara kemudian dilengkapi penampilan penyanyi lokal, Usman dari Senduduk Putih, yang tampil memukau dengan suara emasnya—menjadi simbol kebanggaan dan potensi anak daerah di bidang seni budaya.

Gubernur Riau Titip Pesan Kolaborasi


Mewakili Gubernur Riau, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Riau, Elli Wardhani, hadir menyampaikan pentingnya sinergi semua elemen dalam membangun daerah.

“Kolaborasi adalah kunci utama. Kita harus membangun negeri ini bersama-sama—bupati, DPRD, provinsi, pusat, hingga sektor swasta,” ujar Elli tegas.


Bupati: Dari Pulau Kecil Menuju Negeri Bermarwah

Dalam pidatonya, Bupati Bengkalis Kasmarni mengajak masyarakat melihat 513 tahun perjalanan Bengkalis sebagai kisah penuh perjuangan dan transformasi. Dari sebuah pulau kecil, Bengkalis kini menjelma menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perikanan, dan kebudayaan Melayu yang disegani.

“Tugas kita hari ini adalah mensyukuri, memelihara, dan melanjutkan capaian tersebut,” ucap Kasmarni penuh keyakinan.


Dengan mengusung tema “Bermarwah Menuju Kemajuan, Sejahtera dalam Kebersamaan”, Kasmarni menegaskan bahwa itu bukan slogan kosong, melainkan arah kebijakan nyata menuju Bengkalis yang maju dan berintegritas. Ia bersama Wakil Bupati H. Bagus Santoso menunjukkan komitmen kuat dalam membangun infrastruktur, kualitas SDM, ekonomi kerakyatan, hingga tata kelola pemerintahan yang baik.

Rapat Paripurna sebagai Simbol Peradaban

Rapat Paripurna Istimewa ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi simbol peradaban — perpaduan antara penghormatan pada sejarah, kekuatan nilai spiritual, dan semangat membangun Bengkalis yang lebih gemilang di masa depan.(WIN)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)