Keterangan Gambar : Visca Agustia
PEKANBARU, — Suara budaya dari pesisir timur Sumatera kembali menggema di panggung provinsi. Visca Agustia, perwakilan dari Kabupaten Bengkalis, meraih gelar Runner Up III dalam ajang Putera Puteri Kebudayaan Riau 2025 yang digelar di Pekanbaru, akhir Juli lalu.

Ajang tahunan yang diikuti peserta dari 12 kabupaten dan kota se-Riau itu menjadi wahana unjuk kreativitas generasi muda dalam pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Bagi Visca, ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang perjuangan identitas.

“Alhamdulillah, ini bukti bahwa dedikasi kami tidak sia-sia. Gelar ini bukan akhir, tapi pijakan untuk memperkuat gerakan #MelayuGoDigital yang sedang kami rancang,” kata Visca, usai penobatan.

"Terima kasih untuk Bengkalis—tanah yang mengajarkanku artinya merawat warisan leluhur dengan jiwa muda,” tambahnya.
Kain Sogok, Pantun, dan Visi Digital
Perjalanan Visca dalam ajang ini ditandai dengan kekuatan narasi budaya. Ia menampilkan kain tradisional Sogok khas Bengkalis dalam sesi presentasi budaya, sekaligus menarikan tari Persembahan yang melambangkan kerendahan hati masyarakat Melayu.
Dalam sesi wawancara, ia menguraikan gagasannya mengenai digitalisasi budaya melalui platform edukatif dan media sosial. Strategi ini dinilai juri sebagai bentuk inovasi pelestarian budaya yang relevan dengan zaman.
Tidak hanya itu, Visca juga menyabet predikat “Best Talent” berkat pertunjukan pantun interaktif yang memadukan humor dan pesan sosial.
Inspirasi Bagi Komunitas Pelajar
Kiprah Visca mendapat apresiasi dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkalis-Pekanbaru (IPMKB-P), Aditya Pratoga, menilai bahwa keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam gerakan pelestarian budaya di kalangan muda.
“Visca konsisten memadukan intelektualitas dan kearifan lokal dalam setiap program pemberdayaan perempuan. Prestasinya menjadi inspirasi bagi 120 lebih anggota kami,” ujar Aditya.
Ia menambahkan, IPMKB-P ke depan akan menggandeng kampus dan lembaga budaya untuk memperkuat gerakan kajian budaya Melayu yang digagas Visca.
Agenda Budaya Berbasis Komunitas
Sebagai Runner Up III, Visca mendapat mandat sebagai Duta Budaya Riau 2025–2026. Ia dijadwalkan memimpin tiga program strategis, yakni Festival Virtual Melayu Riau, Bengkel Seni Pelajar, dan Digitalisasi Arsip Sastra Melayu.
Festival daring itu akan menghadirkan webinar dengan seniman lokal serta peluncuran konten budaya Melayu melalui media sosial. Sementara itu, Bengkel Seni Pelajar akan digelar di 10 sekolah menengah di Bengkalis, bekerja sama dengan sanggar seni dan perajin lokal.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Bengkalis turut menyampaikan apresiasi. Dalam pernyataan resminya, Bupati Kasmarni melalui Kepala Dinas Pariwisita Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Edi Sakura menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh gagasan Visca.
“Visca menunjukkan bahwa generasi muda Bengkalis bukan hanya pelaku budaya, tapi juga inovator. Kami akan dorong integrasi konten budaya Melayu dalam kurikulum muatan lokal di SMP dan SMA,” ujar Edi Sakura.
Gerakan dari Pesisir
Kemenangan Visca bukan sekadar pencapaian pribadi. Ini menjadi simbol bahwa dari daerah pesisir, suara budaya bisa menjangkau pusat-pusat perhatian. Di tengah derasnya arus globalisasi, langkah kecil seperti yang ditunjukkan Visca memberi harapan bahwa warisan leluhur masih akan hidup—bukan hanya di panggung-panggung kompetisi, tapi dalam kehidupan keseharian generasi penerusnya.(Tim)
Tulis Komentar