BENGKALIS — 5 Desember 2025, Inovasi alat ekstraksi madu SERANA (Sistem Ekstraksi Rotari Nektar Alami) yang dikembangkan PT Kilang Pertamina Internasional RU II Sungai Pakning mulai mengubah pola panen madu masyarakat Desa Tanjung Leban. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan warga pada praktik perburuan madu hutan yang selama ini berisiko tinggi.
Selama bertahun-tahun, pencari madu di wilayah tersebut mengandalkan metode pengasapan untuk mengambil sarang lebah di hutan. Teknik tradisional itu tidak hanya membuat habitat lebah rusak, tetapi juga sering memicu kebakaran lahan gambut. Selain itu, sarang yang harus dipotong setiap panen menyebabkan produksi madu menurun dan pendapatan petani tidak stabil.
Kehadiran SERANA memberi alternatif baru. Alat berputar yang dirancang oleh fungsi Maintenance PT KPI RU II Sungai Pakning ini memungkinkan madu dipisahkan tanpa merusak lilin sarangnya. SERANA juga dibangun fleksibel dengan dua pilihan operasional: menggunakan motor penggerak untuk proses panen yang lebih efisien, atau diputar manual ketika berada di lokasi yang jauh dari sumber listrik.
Teknologi ini kini banyak dimanfaatkan dalam budidaya lebah Apis mellifera yang berkembang pesat melalui program Koloni Gambut Berdikari. Ribuan glodok budidaya di Tanjung Leban memanfaatkan SERANA untuk mempercepat panen—tercatat proses ekstraksi dapat berlangsung hingga tiga kali lebih cepat dibanding metode konvensional, sekaligus menekan praktik pengasapan dan perburuan di hutan.
“Bersama para perwira Pertamina Sungai Pakning, kami berupaya menghadirkan inovasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Sekarang kelompok sudah punya ekstraktor madu sendiri. Kalau dulu setiap panen mereka harus memotong sarang, kini cukup menggunakan spinner untuk memisahkan madu tanpa merusaknya. Panen jadi lebih cepat, lebih aman, dan tentu lebih ramah lingkungan. Kehadiran inovasi ini sangat membantu kelompok,” ujar Manager Production PT KPI RU II Sungai Pakning, Ririanti Safrida.
SERANA telah mengantongi Nomor Paten IDS000010146, menandai pengakuan resmi terhadap inovasi pekerja lokal Sungai Pakning. Bagi masyarakat Tanjung Leban, teknologi ini tidak hanya membuka peluang peningkatan ekonomi, tetapi juga mendorong perubahan menuju budidaya madu yang lebih aman, berkelanjutan, dan mendukung kelestarian ekosistem gambut.(Win)
Tulis Komentar