SPPG Sejangat Dibuka: Jadi Harapan Baru Pemenuhan Gizi di Bukit Batu

$rows[judul] Keterangan Gambar : Pemotongan pita dan foto bersama

BUKITBATU - Suasana halaman kecil di Jl.  Kelapa Gedung Dhani Hall, Kecamatan Bukit Batu, Rabu pagi (3/12/2025), terasa berbeda dari biasanya. Aroma wangi gorengan ayam yang mengepul dari dapur belakang bercampur dengan hiruk-pikuk tepukan tangan, senyum lebar para undangan, dan semangat sekelompok orang yang berdiri rapi di depan pintu bertuliskan “Badan Gizi Nasional – SPPG Sejangat”.


Di gedung megah SPPG Sejangat yang berlantai hijau mengkilap momen bersejarah itu dimulai. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bengkalis Bukit Batu Sejangat milik Yayasan Tijarotan Lantabur Indonesia resmi dibuka. Sebuah pita biru melambai di tangan Ketua SPPG Sejangat, Muhammad Alfarabi NI Riauni, diapit para tamu undangan. Klik kamera pun terdengar bersahut-sahutan saat pita itu terpotong, disambut tepuk tangan meriah.


Kami mendirikan SPPG ini dengan hati, bukan sekadar program. Harapan kami sederhana—anak-anak Sejangat, Pakning, dan Bukit Batu tumbuh sehat, kuat, dan ceria. SPPG adalah rumah bagi pemenuhan gizi, tempat keluarga bisa datang tanpa rasa sungkan,” ujar Alfarabi, tersenyum bangga.


Kolaborasi yang Lahir dari Kepedulian

Di antara undangan tampak jajaran lintas sektor berdiri memadati ruangan. Hadir perwakilan Camat Bukit Batu, Kepala Desa Sejangat Rachmad Iswandi, Sekdes Pakning Asal Alfian, Kepala UPT Puskesmas Sungai Pakning dr. Dian Madanisti, Penyuluh Keluarga Berencana Tri Kurnia, S.Hum, Nuraini serta anggota Babinkamtibnas Sejangat dan Pakning Asal.

Dari sisi penyelenggara, Penanggung Jawab Yayasan, Dedy Herwandy, terlihat berkali-kali menyapa tamu dan memastikan acara berjalan hangat.

Pembentukan SPPG ini bukan pekerjaan sehari. Ini hasil gotong royong banyak pihak, termasuk masyarakat. Kami ingin pelayanan gizi bukan hanya teori, tapi hadir nyata—memberi edukasi, makanan tambahan, dan dukungan untuk keluarga rentan. Di sinilah kita mulai perjalanan panjang itu,” ujarnya.

Di sudut ruangan, beberapa petugas SPPG seperti Wawan Irnawan selaku manajer lapangan beserta tim tampak sibuk menata paket gizi. Wajah mereka berbinar—seolah menandai lahirnya babak baru pelayanan sosial di desa pesisir.

Antusiasme Pendidikan: Kolaborasi untuk Generasi Masa Depan

Peran pendidikan juga menjadi penopang program ini. Hadir Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Bukit Batu, Dunny Duvira, yang sejak pagi ikut menyaksikan jalannya peresmian.

Dunny menyampaikan apresiasinya dengan suara mantap, “SPPG ini bukan hanya untuk kesehatan, tapi juga masa depan pendidikan. Anak yang gizinya baik, hadir ke sekolah dengan semangat, prestasi meningkat, dan tumbuh percaya diri. Kami dari sektor pendidikan siap berkolaborasi penuh. Ini investasi jangka panjang bagi generasi Bukit Batu.

Ucapannya disambut anggukan para guru yang hadir. Beberapa bahkan sudah membayangkan program kunjungan, edukasi gizi, dan pendampingan bagi murid-murid mereka.

Momen Humanis dalam Peresmian

Tak hanya seremoni. Setelah pengguntingan pita, sesi foto bersama berlangsung meriah. Para undangan tersenyum, beberapa saling bercanda, menampilkan kehangatan khas masyarakat pesisir.

Di akhir rangkaian acara, meja panjang yang telah disiapkan sejak pagi diserbu peserta. Sesi makan siang bersama menjadi penutup yang akrab—membawa suasana kekeluargaan yang mengalir begitu alami.

Tawa terdengar dari berbagai sudut. Seorang ibu dari Sejangat yang hadir sebagai tamu undangan bahkan sempat berkomentar lirih, “Akhirnya ada tempat beginian di kampung kami.”

Harapan dari Desa Sejangat

SPPG Sejangat berdiri bukan sebagai proyek instan, melainkan sebuah harapan baru. Di wilayah pesisir yang jauh dari pusat kabupaten, pelayanan pemenuhan gizi seringkali menjadi kebutuhan mendesak namun minim fasilitas.

Kini, dari sebuah ruangan sederhana namun penuh semangat sosial, warga Sejangat, Pakning Asal, dan desa-desa sekitar dapat berharap: anak-anak mereka tidak hanya tumbuh, tetapi tumbuh dengan sehat.

Kami ingin SPPG ini menjadi pusat edukasi, penanganan, dan pendampingan gizi yang mudah dijangkau. Ini rumah masyarakat, bukan kantor formal. Kami akan membuka pintu seluas-luasnya,” kata Alfarabi menutup sesi wawancara.

Dan dari tepuk tangan yang menggema pagi itu, jelas satu hal—SPPG Sejangat bukan hanya diresmikan. Ia diterima, disambut, dan diharapkan oleh masyarakatnya.(Win)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)