Keterangan Gambar : dr. Karolin Margret Natasa Bupati Landak Terpilih
RiauBerdaulat.com,JAKARTA -- Sebanyak 101 wilayah telah menggelar pemungutan suara dalam Pemilihan Kepala Daerah 2017 secara serentak Rabu, 15 Februari 2017. Dari perhelatan itu, berbagai hasil sementara sudah dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum RI.
Berdasarkan data yang dihimpun dari VIVA.co.id, Jumat, 17 Februari 2017, dari situs resmi KPU RI, dalam hasil hitung TPS (Formulir C1), ada satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang meraih suara dengan angka yang mengerikan. Pasangan itu, meraih suara hampir 100 persen.
Pasangan itu yakni, dr. Karolin Margret Natasa dan Herculanus Heriadi. Pasangan calon yang berlaga di Pilkada Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Berdasarkan hasil hitung KPU, Karolin-Herculanus meraih dukungan suara 96.62 persen atau mendulang suara sebanyak 226.378. Sedangkan kotak kosong yang menjadi lawan pasangan ini hanya meraih suara 3.38 persen, atau hanya dipilih 7.910 suara saja.
Untuk meraih hasil suara sebanyak itu, Karolin-Herculanus diusung sembilan partai politik sekaligus, di antaranya PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Hanura, PAN, PKB dan PKPI.
KPU menuliskan, hasil hitung suara formulir C1 di Pilkada Kabupaten Landak sudah mencapai 100 persen dari keseluruhan TPS yang ada. Tercatat ada 1.006 TPS di sana.
Nama dr.Karolin Margret
Natasa sempat mencuat pada 2014 karena meraih suara tertinggi
se-Indonesia dalam pemilihan legislatif (pileg). Kini Karolin maju
sebagai calon tunggal di Pilkada Kabupaten Landak 2017 dan menang telak.
Karolin, yang berpasangan dengan Herculanus Heriadi, adalah
calon tunggal yang diusung delapan partai di Kabupaten Landak,
Kalimantan Barat. Sesuai dengan aturan, Karolin-Herculanus 'bertarung'
melawan kotak kosong. Warga Landak memilih setuju atau tidak setuju
Karolin-Herculanus sebagai pemimpin mereka.
Dari hasil real count
KPU, Jumat (17/2/2017) pukul 16.00 WIB, Karolin-Herculanus berhasil
meraup 226.378 suara (96,62 persen). Perolehan tersebut melawan kotak
kosong, yakni 7.910 suara (3,38 persen).
Sebelum
maju di Pilkada Landak, kader PDIP ini maju di pemilu legislatif 2014.
Tak hanya mengamankan satu kursi di Senayan, dia juga meraup suara
tertinggi se-Indonesia pada pileg 2014.
Saat itu, Karolin meraih
397.481 suara. Dia mengalahkan jumlah perolehan suara putra bungsu
Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dan putri
Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani.
Tak hanya populer karena
meraih suara tertinggi pada pileg, Karolin menjadi bahan perbincangan
lantaran beredarnya video porno yang pelakunya mirip dengannya di
publik. Karolin, yang kala itu merupakan anggota Komisi IX, sudah
membantah sebagai pelaku dalam video itu meski Badan Kehormatan cukup
lama memprosesnya.
"Saya nggak tahulah, saya kan sudah
menjelaskan. Saya sudah dipanggil dan memberi keterangan, saya tidak
tahu-menahu dengan kasus itu," ujar Karolin pada 2014.
Soal hal
ini, tim Pemenangan Karolin-Herculanus, Odi Krisno, menegaskan bahwa isu
video itu sama sekali tak berdasar. Odi mengatakan, Majelis Kehormatan
DPR, yang kala itu bernama Badan Kehormatan (BK) DPR, sudah menyatakan
perempuan dalam video yang pernah beredar bukanlah Karolin.
"Sudah
ada keputusan dari Badan Kehormatan DPR saat itu bahwa pemeran
perempuan dalam video yang beredar bukanlah Bu Karolin," ujar Odi kepada
wartawan, Jumat (17/2/2017) dilansir dari Detik.com.(RBN/VN/DT)
Tulis Komentar