Bupati Siak Dr Afni Pimpin Langsung Lobi Strategis BUMD dan Infrastruktur ke Pusat

$rows[judul] Keterangan Gambar : Bupati Siak Afni Z bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad

JAKARTA — Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, SE., MM tak membuang waktu. Di tengah tumpukan tantangan pembangunan daerah, orang nomor satu di Negeri Istana ini terjun langsung ke pusat kekuasaan. Bukan sekadar silaturahmi biasa, dalam sehari ia menyambangi DPR RI, Lemhanas, Kementerian ESDM, SKK Migas, hingga Kementerian Perhubungan.

Alhamdulillah, dalam satu rangkaian perjalanan yang padat, pintu-pintu para petinggi negeri terbuka lebar. Afni mengaku mendapat banyak energi baru setelah bertemu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan anggota Komisi X Saan Mustofa.

"Banyak sekali arahan dan dukungan beliau berdua di tengah tantangan yang tidak mudah membangun daerah. Saya jadi sangat bersemangat atas nasehat dan solusi yang ditawarkan untuk kemaslahatan rakyat Siak," ujar Afni kepada wartawan, Jumat (14/2/2026).

Dari Senayan, rombongan melanjutkan diskusi kebangsaan bersama Gubernur Lemhanas, Ace Hasan Syadzily. Tak berhenti di situ, Bupati Afni kemudian duduk bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dan Dirjen Migas Laode Sulaiman. Pokok bahasannya krusial: masa depan PT Bumi Siak Pusako (BSP).

Tiga Agenda Besar BSP Dapat Lampu Hijau

Dalam pertemuan tersebut, Afni memaparkan tiga agenda besar yang selama ini menjadi pekerjaan rumah BUMD migas kebanggaan Siak itu.

Pertama, kewajiban Komitmen Kerja Pasti (KKP) BSP yang mangkrak. Dari izin yang diberikan, masih ada 7 sumur eksplorasi yang belum dikerjakan, ditambah program seismik, EOR, dan studi GGR. Total nilai investasi yang dibutuhkan mencapai 130 juta USD.

"Ini sifatnya wajib. Kami optimis insyaAllah terlaksana dengan arahan langsung Kementerian ESDM dan SKK Migas," tegas Afni.

Kedua, mimpi besar mengganti pipa minyak peninggalan kolonial yang selama puluhan tahun tak pernah tersentuh modernisasi. Akibatnya, beberapa waktu lalu terjadi congeal dan minyak harus diangkut dengan truk—biaya membengkak, dividen turun, PAD Siak ikut terpukul.

"Kami tidak sekadar memperbaiki dan memperbaiki lagi. Kami bercita-cita membuat lompatan sejarah: mengganti pipa secara permanen. Ini warisan untuk anak cucu Siak," ucapnya penuh semangat.

Ketiga, Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk memilih Direksi tetap BSP. Afni meminta proses berlangsung profesional dan transparan, dengan unsur penguji dari kalangan independen: Kementerian ESDM, SKK Migas, akademisi, dan pakar.

Menteri Perhubungan Dukung Penuh Pelabuhan KITB

Rangkaian kunjungan ditutup di Kementerian Perhubungan. Bupati Afni diterima langsung Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi didampingi Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud.

Satu poin penting yang mengemuka: nasib Pelabuhan KITB yang sempat ambruk dan pengelolaan BUMD PT Samudera Siak (SS) di masa lalu dinilai kurang amanah.

"Kami sudah memecat direksi lama secara tidak hormat. Kini kami siap membuka lembaran baru. InsyaAllah kami berkomitmen membenahi pelabuhan di KITB jika diberi kesempatan kedua," tegas Afni.

Alhamdulillah, Menhub Dudy merespons positif dan mendukung penuh jika BUMD Siak kembali menjadi Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Namun disarankan tidak lagi menggunakan badan hukum PT Samudera Siak.

Dalam pertemuan itu, Kemenhub juga menyetujui permohonan izin Ship-to-Ship (STS) transfer sementara. Izin ini bakal menghidupkan kembali aktivitas pelabuhan dan membuka lapangan kerja bagi ratusan buruh lokal yang selama ini menganggur pasca ambruknya pelabuhan.

Tak hanya itu, Afni juga memohon agar jembatan timbang segera dihadirkan untuk mencegah ODOL (Over Dimension Over Loading). Tujuannya menjaga konstruksi Jembatan Siak Tengku Agung Sultanah Latifah, sekaligus melindungi kendaraan antar-jemput anak-anak disabilitas sekolah.

"Ini Baru Awal Kebangkitan Siak"

Di akhir rangkaian pertemuan, Bupati Afni Zulkifli tak bisa menyembunyikan optimisme.

"Kami terus bergerak. Masa sulit akan berganti dengan kebangkitan negeri. Semua arahan telah kami terima, dukungan dari pusat mengalir. InsyaAllah Siak akan bangkit lebih kuat, lebih bermartabat," tutupnya.

Seusai pertemuan di Kemenhub, rombongan langsung menyusun langkah tindak lanjut. Administrasi dan teknis akan segera digenjot. Para birokrat di Siak pun diminta bersiap: eksekusi harus cepat, akuntabel, dan pro-rakyat.

Sebab bagi Afni, membangun bukan sekadar janji. Tapi kerja nyata, dari Jakarta hingga ke kampung halaman.(WIN)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)