Bupati Siak Canangkan Tiga Terobosan Strategis untuk BSP, Targetkan Transformasi Besar-besaran 2026

$rows[judul] Keterangan Gambar : Foto bersama

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Siak tidak lagi sekadar mengejar setoran dividen. Dalam langkah berani yang menandai babak baru pengelolaan sumber daya alam daerah, Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli menargetkan tiga agenda monumental bagi penguatan BUMD Bumi Siak Pusako (BSP) sepanjang tahun 2026. Rencana ambisius ini mengemuka usai pertemuan tertutup dengan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto di Wisma Mulia, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

"Kami ingin melompat lebih jauh. Dividen memang penting, tapi membangun fondasi jangka panjang jauh lebih krusial bagi masa depan Siak," ujar Afni dengan nada penuh optimisme, didampingi jajaran Komisaris BSP Heriyanto dan Plt Direktur BSP Raihan.

Berikut tiga agenda besar yang akan menjadi tulang punggung transformasi BSP:

Mengejar Kewajiban Negara: Tujuh Sumur Baru Siap Dibor

Agenda pertama sekaligus yang paling krusial adalah pemenuhan Komitmen Kerja Pasti (KKP) BSP kepada negara sebanyak tujuh sumur. Afni mengakui, di awal kepemimpinannya, ia dihantui kekhawatiran besar: izin pengelolaan BSP terancam ditarik jika kewajiban ini tidak dipenuhi.

Namun setelah melalui proses panjang, regulasi dan pedoman kerja sama akhirnya rampung. Kini pintu kemitraan strategis terbuka lebar. Jika eksplorasi baru berjalan mulus, lifting BSP dipastikan melonjak signifikan.

"Regulasi sudah clear. Sekarang saatnya eksekusi. Target kami tahun ini semua kewajiban negara harus terpenuhi," tegasnya.

Proyek Strategis Pipa Baru: Akhiri Ketergantungan pada Trucking

Agenda kedua tak kalah ambisius: menghadirkan mitra strategis untuk kolaborasi pembangunan pipa baru. Infrastruktur pipa yang saat ini digunakan BSP sudah berusia renta dan dinilai tidak efisien. Dengan pipa baru, BSP akan menghentikan praktik pengangkutan minyak via truk (trucking) yang selama ini menguras biaya operasional.

"Pipa baru ini bukan sekadar pengganti, tapi investasi infrastruktur jangka panjang yang akan menjadi urat nadi PAD Siak untuk puluhan tahun ke depan," jelas Afni.

Direksi Definitif: Uji Kelayakan Terbuka Libatkan Profesional

Tak hanya urusan teknis dan infrastruktur, tata kelola perusahaan juga menjadi sorotan utama. Pemkab Siak menargetkan BSP memiliki direksi definitif pada tahun ini. Afni memastikan proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) akan melibatkan kalangan profesional dan pada tahapan krusial dilaksanakan secara terbuka.

"Ini bagian dari komitmen kami agar BSP dikelola oleh putra-putri terbaik yang kompeten dan profesional," tambahnya.

Evaluasi Manajemen dan Uji Kompetensi Karyawan

Di luar tiga agenda utama tersebut, Pemkab Siak juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan tata kelola kepegawaian di BSP secara paralel. Uji kompetensi karyawan menjadi agenda penting agar BUMD kebanggaan masyarakat Siak ini diisi oleh tenaga-tenaga profesional sesuai bidangnya masing-masing.

Dengan rangkaian agenda besar ini, Afni optimistis BSP tidak hanya akan semakin kokoh sebagai penopang utama PAD Siak, tetapi juga menjadi simbol pengelolaan sumber daya alam yang transparan, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat daerah.(WIN)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)