Keterangan Gambar : Pembukaan acara diklat
Laporan : Erwin
SUNGAIPAKNING - Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan menggelar diklat pemberdayaan masyarakat bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) dan SMKN 1 Bukit Batu pelayaran, pada Senin (29/82022) di Gedung Serba Guna Bujang Kelana Sungai Pakning Kecamatan Bukit Batu Bengkalis.

Pantauan awak media di lokasi acara, terlihat hadir Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau M. Job Kurniawan, AP., M. Si, Camat Bukit Batu Acil Esyno, S.STP., M. Si, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Wilayah Fitra Jaya Purnama, ST., MT, Kepala SMK Negeri 1 Bukit Batu, Bapak Dewa Sumarta, S.Pd.

Selanjutnya terlihat juga Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Tanjung Buton, Kepala SMA dan SMK se-kecamatan Bukit Batu, Siak Kecil dan Bengkalis, Lurah sungai pakning serta ratusan siswa - siswi SMK peserta diklat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau M. Job Kurniawan, AP., M. Si yang mewakili Gubernur Riau dalam sambutannya mengatakan diklat tersebut digelar dalam upaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di bidang transportasi darat, laut dan udara. Diklat tersebut merupakan salah satu program unggulan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menjawab tingginya kebutuhan tenaga handal di sektor transportasi.
"Penyelenggaraan diklat tersebut merupakan realisasi Peraturan Pemeirntah (PP) PP Nomor 78 Tahun 2014, tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan PP Nomor 51 Tahun 2012 tentang SDM di Bidang Transportasi." Ungkap Jon Kurniawan.
Selanjutnya dia menuturkan setelah mengikuti diklat, peserta akan mendapatkan sertifikat yang bisa digunakan untuk bekerja.
Diklat ini disiapkan untuk para lulusan SMA/sederjat, yang belum mendapatkan pekerjaan. Bahkan, untuk mereka yang lulusan SMP/sederajat, akan ditawarkan profesi di sektor transportasi.
“Diklat pemberdayaan masyarakat ini sebenarnya diutamakan akan diberikan kepada masyarakat golongan tidak mampu, daerah-daerah yang memiliki kesenjangan tinggi, dan pulau-pulau terpencil. Ini dilakukan sebagai bentuk kongkrit implementasi program nawacita pemerintah,” katanya.
Dia menuturkan, porsi untuk peserta diklat untuk sektor pelayaran disiapkan paling banyak dibadingkan sektor udara dan darat.
“Kuota sektor pelayaran lebih besar karena kebutuhan SDM di sektor transportasi laut memang sangat besar. Itu untuk memenuhi kebutuhan pelabuhan, peti kemas, hingga pelayaran, apalagi pemerintah saat ini sedang membangun tol laut,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala SMKN 1 Bukit Batu Dewa Sumarta dalam kesempatan itu menyambut baik diklat BPSDM Kemenhub dengan STIP dan dipercayakan menjalin kerjasama dengan SMKN yang dipimpinnya.
"SMKN 1 Bukit Batu selama ini sudah teruji dan dakui mampu mencetak SDM pelayaran yang handal, dan mampu bersaing secara kompetitif di bidang pelayaran, baik di dalam maupun luar negeri," ujar Dewa.
Dewa Sumarta menekankan pentingnya menciptakan SDM yang berkualitas dan meminta BPSDMP Kemenhub untuk terus bekerja sama dengan pihaknya.
"Tentunya kita harus bersama mempersiapkan SDM bidang pelayaran yang mampu menerapkan prinsip-prinsip bekerja di kapal dengan baik pula,” ujarnya.***
Tulis Komentar