BENGKALIS – Bupati Bengkalis Kasmarni melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah memberikan apresiasi tinggi kepada Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning atas dedikasi dan konsistensinya dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya Melayu di Kabupaten Bengkalis.
Menurut Ardiansyah, keberadaan Rumah Budaya Kacip Tembaga telah menjadi salah satu motor penggerak kebangkitan seni budaya Melayu di wilayah pesisir Bengkalis. Berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan selama ini dinilai mampu menjadi wadah bagi seniman, budayawan, generasi muda, serta masyarakat untuk terus mencintai dan menjaga warisan budaya daerah.
“Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang dipimpin Bupati Kasmarni melalui Disparbudpora memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning. Mereka telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjaga eksistensi seni dan budaya Melayu, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Bengkalis ke tingkat regional,” ujar Ardiansyah, Selasa (09/06/2026).
Ia menilai, kiprah Rumah Budaya Kacip Tembaga tidak hanya terlihat melalui kegiatan lokal, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam berbagai agenda budaya berskala besar, termasuk pada ajang Kenduri Seni Melayu (KSM) Kota Batam.
Pada pelaksanaan KSM tahun 2025, Rumah Budaya Kacip Tembaga berhasil tampil memukau dan menjadi representasi seni budaya Melayu Bengkalis di hadapan masyarakat Kepulauan Riau. Tahun ini, rumah budaya tersebut kembali dipercaya untuk berpartisipasi pada Kenduri Seni Melayu 2026 yang akan berlangsung di Kota Batam pada 2 hingga 5 Juli 2026.
“Kami bangga karena Rumah Budaya Kacip Tembaga kembali mendapat kepercayaan untuk tampil pada Kenduri Seni Melayu 2026. Ini membuktikan bahwa karya dan kualitas seniman Bengkalis mampu bersaing serta mendapat tempat di panggung budaya Melayu yang lebih luas,” tambahnya.
Ardiansyah juga menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program yang selama ini dilaksanakan Rumah Budaya Kacip Tembaga, salah satunya Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana, yang telah menjadi agenda tahunan dan berhasil digelar secara berkesinambungan sejak tahun 2023, 2024 hingga 2025.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan contoh nyata bagaimana sebuah komunitas budaya mampu menghadirkan ruang kreativitas, edukasi, sekaligus hiburan yang berakar pada nilai-nilai budaya Melayu.
“Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana telah menjadi salah satu agenda budaya yang sangat positif. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan atau pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi kalender budaya unggulan Kabupaten Bengkalis,” katanya.
Sementara itu, Rumah Budaya Kacip Tembaga yang berkedudukan di Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, saat ini dipimpin oleh Datuk Erwin Syah Putra, S.Psi selaku Ketua Umum. Dalam menjalankan berbagai program pelestarian budaya, ia didampingi oleh Datuk Supriandy (Sekretaris), Datuk Wawan Irnawan, SE (Bendahara), Datuk Andhika alias Borak (Datuk Timbalan/Wakil Ketua) dan Datuk Alfero (Timbalan Bendahara).
Adapun jajaran Dewan Penasehat dan Pendiri Rumah Budaya Kacip Tembaga terdiri dari sejumlah seniman dan budayawan Melayu Riau yang telah dikenal luas, yakni Ridho Fatwandi, Zalfandri Zainal, Ibenk Arrekan dan Ephan Sejangat. Selain itu, lembaga ini juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh yang tergabung sebagai Dewan Pembina.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku seni, budayawan dan masyarakat, Rumah Budaya Kacip Tembaga diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah budaya Melayu serta mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis di berbagai panggung seni dan budaya, baik di tingkat regional maupun nasional.(Red)
Tulis Komentar