Kacip Tembaga Bertolak ke Batam, Gema Syair Laksamana Raja Dilaut Siap Getarkan Panggung KSM 2026

$rows[judul] Keterangan Gambar : Tim Seni Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning bertolak ke Batam, Kamis (02/07/2026).

SUNGAI PAKNING — Pelabuhan Bandar Laksamana Bengkalis, Kamis (02/07/2026) pagi, menjadi saksi keberangkatan yang sarat makna. Di tepian dermaga yang berhembus angin laut, sepuluh seniman terbaik Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning melangkah mantap menuju Kapal MV Dumai Line. Mereka tak sekadar menyeberang lautan menuju Kota Batam, melainkan membawa misi sakral: menggema kembali kejayaan Melayu Pesisir Riau di panggung Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026.


Berkat penampilan memukau di KSM 2025 lalu, Kacip Tembaga kembali menerima undangan kehormatan dari Pemerintah Kota Batam, untuk mengisi panggung utama KSM 2027.


Ketua Umum Rumah Budaya Kacip Tembaga, Datuk Erwin Syah Putra, S.Psi, yang didampingi Sekretaris Datuk Supriandy alias Dedek, Bendahara Datuk Wawan Irnawan, dan Datuk Timbalan Alfero, menyampaikan bahwa tim akan berada di Kota Batam hingga 06 Juli 2026. Puncak penampilan Kacip Tembaga akan digelar pada Ahad, 05 Juli 2026, dengan menyajikan musikalisasi syair tentang sejarah tokoh legendaris Datuk Laksamana Raja Dilaut, penguasa maritim Kerajaan Siak yang menjaga pesisir Selat Malaka dari gangguan perompak.


"Kami berharap doa dan dukungan dari masyarakat Kabupaten Bengkalis agar dapat tampil maksimal pada KSM Batam 2026. Kami juga mengucapkan terimakasih atas dukungan dari semua pihak yang telah memfasilitasi dan membantu keberangkatan kontingen seni kita dari Pakning ke Batam," ujar Erwin.


Perjalanan ini bukan semata pertunjukan seni. Di balik persiapan matang yang telah digeluti berbulan-bulan, ada doa dan harapan dari seluruh elemen. Dukungan penuh juga datang dari jajaran Dewan Penasehat Rumah Budaya Kacip Tembaga yang ikut bertolak ke Batam, antara lain Ridho Fatwandi, S.Pd—yang baru saja menerima penghargaan dari Wali Kota Dumai sebagai ASN berprestasi multi talenta di bidang seni budaya Melayu, Datok Zalfandri Mat Rock Sejangat yang merupakan Komposer Musik Melayu ternama di Riau yang juga sang sutradara yang turut meramu konsep panggung, Ibenk Arrekan dan Ephan Arrahman.


Plt. Kadisparbudpora Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah ST MT, pun memberikan apresiasi tinggi, menilai Kacip Tembaga konsisten membawa nama baik daerah ke tingkat regional. "Kami bangga karena karya seniman Bengkalis mampu bersaing dan mendapat tempat di panggung budaya Melayu yang lebih luas," ujarnya.


Kini, deru mesin kapal pun terdengar. Dari jendela pelabuhan, lambaian tangan keluarga dan masyarakat Sungai Pakning mengiringi kepergian mereka. Kacip Tembaga berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat serta pemangku kepentingan, agar dapat tampil cemerlang dan gemilang—mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis Riau di tanah Kepri.(Red)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)