Keterangan Gambar : Supardi, S.Sos, MH
BENGKALIS — Ada jalan yang dibangun dengan beton dan aspal. Ada pula jalan yang dibangun dengan harapan.
Bagi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis, Supardi, S.Sos., MH, pembangunan infrastruktur bukan semata pekerjaan teknis, melainkan bagian dari ikhtiar panjang menghadirkan kemerdekaan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Pesan itu disampaikannya dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Supardi mengatakan, kemerdekaan yang diwariskan para pejuang harus diteruskan melalui kerja nyata. Di bidang pembangunan, salah satu bentuk pengabdian itu adalah menghadirkan infrastruktur yang mampu membuka keterisolasian, memperlancar mobilitas masyarakat dan mempertemukan berbagai pusat kehidupan ekonomi maupun sosial.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga tentang bagaimana masyarakat bisa bergerak, bekerja, berusaha dan membangun kehidupan dengan lebih baik. Ketika sebuah jalan membuka akses, di sana ada harapan yang ikut terbuka,” ujar Supardi.
Menurutnya, sebuah jalan mungkin hanya terlihat sebagai bentangan aspal atau beton. Namun bagi masyarakat, jalan bisa berarti banyak hal.
Bagi seorang petani, jalan adalah akses membawa hasil kebun menuju pasar. Bagi anak sekolah, jalan adalah penghubung menuju tempat menuntut ilmu. Bagi pelaku usaha, jalan adalah urat nadi distribusi. Dan bagi sebuah desa, infrastruktur dapat menjadi pintu yang menghubungkannya dengan perkembangan daerah.
Karena itu, Supardi memandang pembangunan infrastruktur harus selalu ditempatkan dalam kerangka kepentingan masyarakat.
“Di balik satu ruas jalan yang kita bangun, ada anak yang ingin pergi ke sekolah, ada orang tua yang mencari nafkah, ada pedagang yang membawa barang dagangan, ada petani yang ingin menjual hasil panennya. Jadi, yang kita bangun sebenarnya bukan hanya jalan, tetapi kemudahan dan harapan bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, semangat pembangunan juga harus berjalan seiring dengan penataan ruang. Bengkalis sebagai daerah dengan karakter wilayah yang luas dan beragam membutuhkan pembangunan yang terencana agar pertumbuhan kawasan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dalam semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Supardi berharap pembangunan tidak hanya berorientasi pada apa yang terlihat hari ini, tetapi juga memikirkan kebutuhan generasi yang akan datang.
Sebab, pembangunan yang baik bukan sekadar menghasilkan bangunan yang berdiri kokoh, tetapi mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kita ingin membangun Bengkalis bukan hanya untuk hari ini. Apa yang kita kerjakan harus memiliki manfaat bagi anak-anak kita nanti. Infrastruktur harus menjadi warisan yang memperkuat kehidupan masyarakat dan membuka peluang bagi generasi berikutnya,” ungkapnya.
Supardi juga mengajak seluruh jajaran PUPR untuk menjadikan pekerjaan sebagai bentuk pengabdian. Menurutnya, pekerjaan di bidang infrastruktur menuntut tanggung jawab besar karena setiap pembangunan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa kualitas pekerjaan, ketepatan perencanaan dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan.
“Kita bekerja bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan. Kita bekerja karena ada masyarakat yang menunggu manfaatnya. Karena itu, mari bekerja dengan hati, menjaga amanah dan memberikan yang terbaik untuk daerah yang kita cintai,” tegasnya.
Memasuki 81 tahun Indonesia merdeka, Supardi berharap semangat merah putih dapat terus diterjemahkan dalam bentuk kerja dan pelayanan.
Tidak harus selalu dengan sesuatu yang besar. Sebab, menurutnya, kemajuan bangsa dibangun dari pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh jutaan orang setiap hari.
Dari pekerja di lapangan hingga perencana, dari aparatur pemerintah hingga masyarakat, semuanya memiliki peran dalam mengisi kemerdekaan.
“Para pahlawan dahulu meninggalkan warisan berupa kemerdekaan. Tugas kita sekarang adalah meninggalkan warisan berupa kemajuan. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata, pembangunan yang bermanfaat dan pengabdian yang tulus,” pesannya.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 Republik Indonesia kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Mari kita terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong dan bersama-sama membangun negeri. Semoga setiap langkah pembangunan hari ini menjadi jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera di masa depan.”
17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka!
Tulis Komentar