Keterangan Gambar : Bupati Siak Dr Afni Z
SIAK— Pidato itu bukan sekadar rangkaian kata seremonial untuk memperingati hari jadi daerah. Dari atas panggung upacara, dengan balutan busana Melayu Sultanah Latifah, Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si., menyuarakan pesan tentang kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus kegelisahan mengenai keadilan bagi daerah penghasil sumber daya alam.
Pidato yang dikonsep sendiri oleh Afni itu disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak, Senin (12/10/2026), di Lapangan Tugu Istana Siak, Kota Siak. Dengan menautkan sejarah, marwah daerah, dan persoalan fiskal, Afni mengingatkan bahwa mencintai Indonesia tidak berarti menutup mata terhadap hak-hak daerah yang perlu diperjuangkan.
“Merah Putih adalah warna Siak selamanya. Namun, kesetiaan bukan berarti kebisuan ketika ketidakadilan pada kekayaan negeri ini patut kiranya diperjuangkan,” ungkap Afni.
Mantan wartawan itu menyinggung kontribusi panjang Siak melalui kekayaan sumber daya alam, terutama minyak bumi, yang telah memberikan manfaat bagi negara selama puluhan tahun. Baginya, kesetiaan kepada Indonesia harus berjalan beriringan dengan keadilan dalam pembagian hasil kekayaan alam yang kembali kepada daerah dan masyarakat.
Di tengah peringatan hari jadi yang mengusung semangat kebersamaan, pidato Afni membawa persoalan Siak melampaui seremoni tahunan. Ada pesan tentang hubungan pusat dan daerah, tentang pengabdian kepada negara, sekaligus tentang hak masyarakat di tanah yang ikut menyumbang kekayaan nasional.
Berikut pidato lengkap Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli saat memimpin upacara peringatan HUT ke-27 Kabupaten Siak. (Win)
Tulis Komentar