BENGKALIS – Suasana berbeda tampak di halaman Kantor Desa Pakning Asal, Kecamatan Bukit Batu, Kamis (14/5/2026). Bukan hanya antrean panjang layanan administrasi, melainkan gelak tawa dan sorak sorai warga yang memadati lokasi. Mereka tengah mengikuti Gebyar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2025, sebuah acara yang sengaja digelar pemerintah desa untuk mengapresiasi warganya yang taat membayar pajak.
Acara ini bukan sekadar ajang pelunasan kewajiban, melainkan ruang kebersamaan antara desa dan masyarakat. Puluhan hadiah door prize telah disiapkan, dan hanya warga yang sudah melunasi PBB-lah yang berhak membawanya pulang.
Sejauh ini, dari total 521 Daftar Penerima Tetap (DPT) yang tercatat, sebanyak 475 di antaranya merupakan wajib pajak. Hingga gelaran berlangsung, 221 DPT telah menuntaskan pembayaran. Meski belum mencapai seratus persen, capaian ini menjadi modal awal yang optimistis bagi pemerintah desa untuk terus menggugah kesadaran kolektif warganya.
Gebyar PBB dibuka langsung oleh Camat Bukit Batu, Adil Esyno, yang diwakili Kasubbag Keuangan Kecamatan Bukit Batu, Hasanuddin. Turut hadir Kepala UPT Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kecamatan Bukit Batu, Dunny Duvira, serta Penjabat Kepala Desa Pakning Asal, Mofri Okber.
Dalam sambutannya, Hasanuddin menyampaikan apresiasi tinggi. “Ini gebrakan yang sangat baik. Masyarakat yang taat membayar pajak diberikan penghargaan melalui kegiatan gebyar seperti ini. Harapannya, kesadaran masyarakat akan semakin meningkat setiap tahunnya,” ujarnya mewakili camat yang berhalangan hadir.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Pakning Asal, Mofri Okber, dengan penuh semangat menjelaskan filosofi di balik acara tersebut. “Dari hasil pengumpulan pajak masyarakat Desa Pakning Asal, hari ini kita kembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk hadiah. Ini adalah bentuk penghargaan bagi warga yang telah taat membayar pajak,” katanya, disambut tepuk tangan meriah warga yang hadir.
Mofri optimistis tahun depan akan lebih meriah. Targetnya, pada 2026 seluruh wajib pajak bisa melunasi kewajibannya, sehingga desa punya lebih banyak ruang fiskal untuk membangun fasilitas umum.
Kepala UPT Bapenda Kecamatan Bukit Batu, Dunny Duvira, turut mengapresiasi langkah inovatif ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini layak menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bengkalis. “Dengan taat membayar pajak, berarti kita ikut membangun desa. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa dampak positif bagi pembangunan Desa Pakning Asal ke depan. Sukses pajak, sukses pula pembangunan desa,” pungkasnya.
Pesan pun mengalir kencang dari mulut ke mulit warga yang pulang dengan senyum dan bingkisan: bayar pajak tak pernah rugi. Justru, dari kepatuhan, hadiah kembali ke masyarakat.(Win)
Tulis Komentar