Bengkalis – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan dengan pengendalian dan pengembangan program studi di lingkungan STAIN Bengkalis. Kegiatan tersebut dipusatkan di Hotel Twin jalan Ahmad Yani Bengkalis selama dua hari.. Pelatihan ini dimaksudkan agar mahasiswa mendapat bekal untuk mempersiapkan cikal bakal usaha/bisnis mereka kedepan, ditengah persaingan usaha dan bisnis yang masuk dari negara luar indonesia. Selasa (20/12)
Ketua Panitia Pelaksana Ade Indra Suhara dalam sambutan bahwasanya ide sekecil apapun janganlah dianggap remeh, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Belajar dari perusahaan besar seperti Google, Amazon, Facebook dan yang lainnya, dimana perusahaan ini bermula dari sebuah ide kecil yang lahir dari pendirinya.
“sekecil apapun usaha kita menjadi bosnya, akan tetapi setinggi apapun jabatan kita, kita tetap saja menjadi kuli” ungkap Ade
Dikatakan Ade bisnis dimulai dari sebuah ide, kreatifitas, ilmu (soft skill) dan kemauan untuk memulai. Ade mengambarkan “Bambu tidak akan berubah menjadi tusuk gigi bila dilihat saja. Ikan tidak akan menjadi sarden jika dilihat saja, “ingat” semua itu tidak akan begitu saja berubah tanpa ide, kreatifitas, ilmu dan kemauan untuk memulai” pungkasnya.
Sementara itu salah seorang Narasumber Syamsuddin dari Pusat Pengajaran dan Pengembangan Masyarakat mengatakan peluang bisnis sangatlah banyak asal ketekunan dan kegigihan kita untuk menjalaninya, ia memberikan contoh dari hantaran belanja, setiap orang nikah meski akan melakukan hantaran belanja, dan ini merupakan bisnis atau usaha yang cukup menjanjikan, selain itu juga kita bisa merangkai bunga dan lain sebagainya
“Menurut BPS jumlah lulusan sarjana hampir mencapai 700 ribuan sedangkan jumlah lapangan pekerjaan hanya berkisar 100 ribuan, untuk itu lulusan STAIN harus siap memiliki ide untuk membuka peluang usaha, dan saya yakin lulusan STAIN Bengkalis bisa bersaing di tingkat5 Nasional bahkan ke Internasional” Pungkasnya
Tulis Komentar