Sri Mulyani : Jangan Menakut - nakuti dan Provokasi Masyarakat dengan Utang Negara

$rows[judul] Keterangan Gambar : Sri Mulyani

YOGYAKARTA - Pemerintah meyakinkan masyarakat untuk tidak khawatir terhadap utang Indonesia, meski semakin besar. Pasalnya, utang tersebut dikelola dengan transparan dan diperuntukkan bagi keperluan masyarakat, untuk itu Menteri Keuangan RI Sri Mulyani meminta semua pihak untuk tidak menakut - nakuti masyarakat dengan besarnya utang negara.

Dalam dialog nasional "Sukseskan Indonesiaku" di Kampus Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sri Mulyani mengatakan, jangan melihat utang hanya dari satu sisi saja. Tapi lihat utang di dalam APBN secara keseluruhan.

"Dalam mengelola utang negara, kita menggunakannya dengan hati-hati sesuai dengan amanat Undang-Undang. Seperti hanya kesehatan, kita juga melihat kesehata keuangan negara seperti apa," tuturnya dihadapan mahasiswa Muhamaddiyah dan warga Yogyakarta, Minggu (11/3/2018) dilansir dari OkeZone.com

Menurut Sri Mulyani, orang yang menganggap utang Indonesia semakin besar hanya menakut-nakuti masyarakat saja. Dia anggap ketika utang meningkat Indnesia sampai Rp4.000 triliun, bisa menghancurkan negara dan lain sebagainya.

"Padahal kalau lihat, dibandingkan nominal utang kita dengan negara utang paling tinggi Jepang atau AS yang disebut adidaya. Utang kita itu masih aman dengan pengelolaan yang benar," tuturnya.

Jadi, kata Sri Mulyani, utang Indonesia dikelola dengan target tidak boleh melebihi 60% terhadap GDP dan defisit tetap dijaga. 

"Lihat apakah keuangan kita sehat apa tidak, kalau raiso utang terhadap PDB dan kemampuan bayar. Jadi jangan menakut-nakuti dan provokasi masyarakat," tegasnya.

Sri Mulyani mengajak masyarakat untuk lebih percaya kepada pemerintah. Dengan begitu, maka Indonesia bisa menjadi negara yang kuat.

"Saya tidak senang kalau tidak percaya diri, jangan jadi orang yang hanya menakut-nakuti. Jadi kita harus menjadi negara yang percaya diri," tandasnya.(Okz)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)