Sosialisasi Biobriket Tempurung oleh Mahasiswa UNRI di Ponpes Khairul Ummah 4, Desa Pancur Keritang

$rows[judul] Keterangan Gambar : Foto bersama

KERITANG - Mahasiswa Universitas Riau kembali menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Pondok Pesantren Khairul Ummah 4, Desa Pancur, Kecamatan Keritang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi biobriket tempurung sebagai solusi alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan.


Kegiatan sosialisasi ini berlangsung pada tanggal 11 Agustus 2024 dan melibatkan santri dan santriwati serta pengurus pesantren. Para mahasiswa yang tergabung dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau memberikan pemaparan mendalam mengenai proses pembuatan biobriket dari tempurung kelapa, mulai dari pengumpulan bahan baku, proses karbonisasi, hingga pencetakan briket.


"Biobriket tempurung ini merupakan inovasi yang sangat cocok untuk diterapkan di Desa Pancur, terutama di pesantren yang memiliki banyak santri. Selain ramah lingkungan, biobriket juga memiliki efisiensi yang tinggi sebagai bahan bakar pengganti kayu bakar," ujar salah satu mahasiswa dalam presentasinya.

Para santri sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan teori, tetapi juga berkesempatan untuk langsung mempraktikkan cara membuat biobriket. Dalam sesi praktek, mahasiswa mendampingi para santri untuk mengolah tempurung kelapa menjadi biobriket siap pakai. Hal ini diharapkan dapat menjadi keterampilan baru yang bermanfaat bagi para santri dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat diterapkan dalam skala yang lebih besar di lingkungan pondok pesantren.

"Kami sangat berterima kasih atas ilmu yang telah dibagikan oleh mahasiswa Universitas Riau. Dengan adanya biobriket ini, kami berharap bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar, sekaligus ikut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan," ungkap salah satu pengurus Pondok Pesantren Khairul Ummah 4.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan peralatan sederhana untuk pembuatan biobriket kepada pihak pesantren, sebagai bentuk dukungan agar kegiatan ini dapat terus berlanjut. Para mahasiswa berharap agar ilmu yang telah mereka bagikan bisa terus dipraktikkan dan dikembangkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang di desa tersebut.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dapat mendorong penggunaan energi alternatif yang lebih bersih dan berkelanjutan di masyarakat, sekaligus meningkatkan kemandirian pesantren dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.(Win)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)