Laporan : Erwin
RIAUBERDAULAT.COM,BENGKALIS - Dinas pemadam kebakaran kabupaten Bengkalis(Damkar) di tahun 2017 telah menangani sebanyak 36 kasus, kasus tersebut terdiri dari 50 rumah dan Ruko, korban meninggal sebanyak 2 orang.
Demikian disampaikan oleh kepala dinas pemadam kebaran Kabupaten Bengkalis (Damkar) Zulfan Heri, (20/12/2017)
Diterangkan Zulfan Herri, kasus kebakaran tertinggi, terjadi pada bulan September dan Desember masing-masing sebanyak 7 kasus.
Kemudian pada bulan Mei sebanyak 5 kasus. Sedangkan pada bulan Maret, April, Oktober dan November masing-masing 3 kasus kebakaran.
Diikuti pada bulan Februari dan Juli masing-masing sebanyak 2 kasus, bulan Januari dan Juni masing-masing 1 kasus.
Sementara itu pada bulan Agustus 2017, Dinas Damkar Kabupaten Bengkalis tidak menerima laporan tentang kebakaran rumah maupun ruko.
Lebih lanjut Zulfan mengatakan, kasus kebakaran rumah dan ruko yang terjadi di Negeri Junjungan, sebagian besar disebabkan oleh arus pendek listrik, kompor meledak, kebocoran tabung gas dan anak bermain lilin di kasur.
Jika dipetakan dari sudut kewilayahan, jumlah kasus kebakaran rumah dan ruko terbanyak terjadi Kecamatan Mandau sebanyak 18 kasus, diikuti Kecamatan Bengkalis 7 kasus, Bantan dan Bathin Solapan masing-masing 3 kasus.
Kemudian Kecamatan Pinggir sebanyak 2 kasus, diikuti Siak Kecil, Rupat dan Bandar Laksamana masing-masing sebanyak 1 kasus.
Zulfan Heri berharap pada tahun 2018 ini, jumlah kasus kebakaran rumah dan ruko semakin menurun, bahkan zero. Guna mengantisipasi dan meminimalisir kasus kebakaran rumah dan Ruko, Dinas Damkar Kabupaten Bengkalis, secara gencar melakukan sosialisasi, dalam bentuk himbauan di media radio maupun spanduk dan baleho
Bahkan kata mantan Plt Kepala Dinas Kesehatan ini, selama tahun 2017 juga telah melakukan pelatihan penanggulangan kebakaran dengan melibatkan lembaga pendidikan, kesehatan, pihak perbankan dan masyarakat peduli api.
Tulis Komentar