Dalam kesempatan tersebut, Arianto mengatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia
(MUI) merupakan organisasi keagamaan yang besar dan sangat penting di Republik
Indonesia. Karena sebagai representasi umat yang menaungi pemeluk agama Islam
sebagai agama terbesar dari jumlah penduduk di Indonesia.
"MUI dituntut untuk mampu mengelola organisasi melalui manajemen
organisasi modern, baik dalam bidang potensi Sumber Daya Insani, penguatan
kelembagaan, sinkronisasi program, sistem dan mekanisme kerja kelembagaan dan
mampu menjalin dan memperkokoh hubungan kerjasama dengan berbagai pihak"
Kata Arianto
Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan roda organisasinya, MUI diharapkan dapat
menyinergikan langkah lembaga pemerintah maupun organisasi Islam dan
kelembagaan lainnya, kedalam visi misi Islam yang sesungguhnya. berkenaan
dengan implementasi fungsi sosial kemasyarakatan, MUI harus bisa merespon
berbagai permasalahan umat di Indonesia khususnya di Kabupaten Bengkalis.
Mengingat banyak sekali permasalahan-permasalahan umat yang sangat membutuhkan
respon cepat dari MUI, seperti isu SARA, isu aliran sesat serta permasalahan
aqidah lainnya yang merebak di masyarakat.
"Sehingga umat Islam di Propinsi Riau khususnya Kabupaten Bengkalis dapat
hidup damai, berdampingan dan tidak mudah terpecah belah oleh isu-isu negatif
yang tidak bertanggung jawab" ujar Arianto.
pada kesempatan yang penuh hikmah itu juga, selaku Pimpinan daerah sayapun
memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada MUI
Kabupaten Bengkalis yang selama ini telah bekerja bersama-sama pemerintah
daerah dalam pembangunan bidang agama Islam, sehingga mampu menjadi agama yang
benar-benar Rahmatan lil’alamin bagi umat.
"Untuk itu, saya mengajak mari kita lanjutkan kerjasama dan bergerak
bersama untuk lebih mempersatukan umat dalam kaidah Islam yang sesungguhnya,
demi menuju masyarakat Bengkalis yang lebih bermartabat, aman, beragam unggul
dan berdaya saing. Saya yakin, Majelis Ulama Indonesia mampu bekerja dan
memberikan kontribusi terbaiknya dalam pembangunan umat yang religius serta
bersahaja, khususnya di Kabupaten Bengkalis" pungkasnya.
Sementara itu Ketua MUI Bengkalis Amrizal dalam sambutannya mengajak kepada seluruh ulama yang ada untuk dapat turun gunung, yang mana pada hari ini ada beberapa titk yang sangat rawan dari ajaran yang tidak sesuai dengan syariat Islam
“MUI Bengkalis juga telah mengkaderkan ulama, yang mana anak asli Bengkalis telah di antarkan di pesantren di pulau jawa melalui yayasan yang di pimpin oleh ustad Suyendri” tutur Amrizal
Amrizal berharap kepada Pemerintah kabupaten Bengkalis dapat mengalokasikan anggaran untuk ulama pendampin Desa, sebagai mana Pemkab Bengkalis telah mengalokasikan untuk pendamping Ekonomi Di Desa.
Turut hadir dalam pembukaaan Rakerda MUI Bengkalis tersebut Sekretaris Umum MUI Provinsi Riau Zulhusni Domo, Ketua Lamr Kabupaten Bengkalis, Ketua panitia pelaksana Ali Ambar, Sejumlah Kepala SKPD, tokoh masyarakat Bengkalis dan Pengurus MUI Kabupaten dan Kecamatan
Tulis Komentar