Penghulu Jaswir Bertekad Tingkatkan PAD, Belajar dari BUMDes Tridadi Makmur Yogyakarta

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kepala Desa Pakning Asal Jaswir bersama Wakil Ketua Koperasi BBDM Sulaiman saat mengunjungi wahana Puri Mataram Yogyakarta belum lama ini

YOGYAKARTA – Study Banding sejumlah kepala Desa dan Aparatur dari Kecamatan Bukit Batu, Siak Kecil Bandar Laksamana, Bengkalis dan Bantan Kabupaten Bengkalis tanggal 19 Oktober 2022 lalu, bersama Lembaga Pengembangan Karya Mandiri (LPKM) Cabang Riau, membawa kesan edukatif dan sangat berarti.


Para Kepala Desa dan Aparatur Desa dari Kabupaten Berjuluk Negeri Junjungan dari Provinsi Riau, dapat melihat dari dekat, bagaimana pengelolaan destinasi wisata Puri Mataram yang dikelola oleh BUMdesa Tridadi Makmur Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Suasana yang ditawarkan oleh destinasi wisata Puri Mataram sangat menarik dengan memberikan satu nuansa tradisi yang kental akan masa Mataram tempo dulu.


Puri Mataram mengambil konsep budaya Mataram tempo dulu, yang mana di dalamnya menyajikan berbagai wahana yang saling terintegrasi satu dengan lainnya. Ketika Anda berkunjung ke destinasi wisata Puri Mataram akan mendapati Joglo Resto, Joglo Lotus, Joglo Ndelik, Wahana Becak Air, Wahana Taman Bunga, Wahana Taman Kelinci, Wahana Taman Kitiran, Wahana Tangkap Ikan dan Pasar Ndelik, dan berbagai wana menarik lainnya.

Pengunjung akan betah menikmati pemandangan, suasana, budaya dan tradisi di setiap wahana yang disajikan di Puri Mataram. Pertanyaannya, siapa dibalik kesuksesan Puri Mataram yang mampu menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Sleman ini? Salah satu objek wisata yang wajib untuk dikunjungi ini?.

Mari berkenalan dengan BUMDes Tridadi Makmur, Badan Usaha Milik Desa Tridadi, Sleman, Yogyakarta yang salah satu unit usahanya adalah Wisata Puri Mataram. BUMDes Tridadi Makmur pada awalnya mengembangkan modal sebesar 68,5 juta dan kini telah menjadi ratusan juta, dengan unit usaha yang dikelolanya.

Menilik data keuangan Bumdes Tridadi Makmur seperti pemaparan pengelola di hadapan Kepala Desa dari Kabupaten Bengkalis, setidaknya dalam waktu kurang dari dua tahun, BUMDes yang dipimpin Agus Cholid ini telah mampu menghasilkan omset berkisar 845 juta per bulan.

Menurut pemaparan dari Kepala Desa Tridadi, Bumdes Tridadi Makmur melalui unit usaha Puri Mataram di tahun 2019  telah mampu memberikan laba keuntungan (dividen) kepada Pemerintah Desa Tridadi sebesar Rp140 juta. BUMDes ini juga mampu memberikan dividen sebesar Rp320 ribu kepada warga yang menanam saham sebesar Rp4 juta. Puri Mataram sendiri merupakan tempat wisata baru yang berdiri tahun 2017. 

Tidak Hanya Dana Desa

Kebanyakan Badan Usaha Milik Desa mendirikan unit usaha dengan mengandalkan keberadaan alokasi dana desa, barang kali ini yang menjadi salah satu pembeda Bumdes Tridadi Makmur dengan BUMDes lain, mereka tidak ‘cukup’ hanya mengandalkan keberadaan dana desa, namun juga mengajak masyarakat desa sebagai ‘penanam saham’.

“Dapat kita lihat dalam pengelolaan Puri Mataram, BUMDes Tridadi Makmur tidak hanya mengandalkan keberadaan dana desa, Pengurus Bumdes secara aktif mengajak masyarakat desa Tridadi untuk turut serta menjadi penanam saham di Puri Mataram, skema penanaman saham oleh masyarakat ini dengan pembagian deviden 51% untuk desa dan 49% untuk masyarakat.” Ungkap Kepala Desa Pakning Asal Kecamatan Bukit Batu Jaswir mengikuti pemaparan pengelola BUMDesa Tridadi.

Menurutnya tidak mudah memang mengajak masyarakat menjadi ‘penanam saham’ dari sebuah unit usaha yang dijalankan BUMDes.

Namun, Pengelola BUMDes Tridadi Makmur berhasil meyakinkan kepada masyarakat bahwa unit usaha yang akan dijalankan akan memberikan keuntungan dan manfaat bagi desa dan warga desa.

“Alhasil, warga desa yang saling mendukung terhadap kegiatan Badan Usaha Milik Desa, dukungan dari pemerintah desa, menjadikan unit usaha yang dijalankan BUMDes Tridadi Makmur sukses seperti saat ini. Mampu menyerap tenaga kerja di desa, dan menjadikan adanya geliat ekonomi di desa. Hal ini patut kita contoh dan pelajari agar bisa diterapkan di desa yang ada di Kabupaten Bengkalis,” sambut Jaswir.

Sadar Era Digital

Pengelola Bumdes Tridadi Makmur dan Unit Usaha Puri Mataram sangat sadar pentingnya media promosi di era sekarang ini, apa lagi mereka menjalankan unit usaha yang berhubungan dengan ‘hiburan’ atau wisata. Perlu upaya untuk memberi tahu ke khalayak luas perihal tempat wisata yang mereka buat.

“Untuk itu, mereka menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran atau promosi dari puri Mataram. Dengan memanfaatkan jejaring sosial yang telah ada seperti Facebook dan Instagram. Selain itu, BUMDes Tridadi Makmur juga telah merencanakan website khusus yang akan berisi atau menjadi pusat informasi tentang Puri Mataram.” Ungkapnya.

Selain di ranah online atau digital, Pengelola juga membentuk tim marketing yang secara aktif memasuki instansi pemerintahan dan sekolah-sekolah yang ada di Jogja dan sekitarnya guna memperkenalkan destinasi dan produk yang ada dari unit usaha Wisata Kampung Mataram.

“Memulai dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa, menjadikan masyarakat sebagai ‘pemilik’ unit usaha dengan meyakinkan dalam ‘lembar saham’ itulah intisari yang kita pelajari dari pengelolaan Puri Mataram, yang akan kita pelajari secara seksama untuk diterapkan di desa kita masing – masing yang ada di Kabupaten Bengkalis,” tutur Jaswir yang juga Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Bukit Batu Jaswir beserta jajarannya.(Win)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)