Pemdes Sepahat Gelar Pelatihan Konvergensi Pencegahan dan Rembuk Stunting

$rows[judul] Keterangan Gambar : Foto bersama usai pelatihan konvergensi pencegahan dan rembuk stunting di Desa Sepahat, Selasa (24/8/2022)

SEPAHAT - Pemerintah Desa Sepahat Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis, Selasa (23/8/2022) menggelar Pelatihan Konvergensi Pencegahan dan Rembuk Stunting bagi Kader dan Masyaeakat Desa tersebut.


Kegiatan itu bekerjasama dengan Tenaga Kesehatan Kecamatan Bandar Laksamana dan Puskesmas Tenggayun. Pantauan media di lokasi acara yang di pusatkan di Aula Kantor Desa Sepahat, turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sepahat Muhammad Azlan, Lc, pengurus BPD Sepahat, LPM Sepahat, TP PKK Desa, Perangkat Desa, Bidan Desa, RT/ RW, Kader Posyandu, pengurus PAUD, Ibu menyeusui dan undangan lainnya.


Sementara itu hadir sebagai narasumber dari Puskesmas Bandar Laksamana / Tenggayun Nuning Hidayanti, S.Gz dan Tenaga Pendamping Proposional (TPP) Bandar Laksamana Togat Insani.


Kepala Desa Sepahat Mohd. Azlan saat membuka sekaligus memberikan arahan pada acara tersebut,  mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Desa Sepahat dalam menyelenggarakan kegiatan yang positif ini, karena saat ini Stunting merupakan salah satu fokus nasional.

Azlan menjelaskan Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, terutama pada 1000 (seribu) Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Untuk itu, menurut Alumni Universitas Al Azhar Kairo ini, menjadi tanggung jawab bersama mencapai keberhasilan dalam upaya menurunkan angka Prevelansi Stunting di Indonesia, khususnya di Desa Sepahat Kabupaten Kecamatan Bandar Laksamana.

"Konvergensi Stunting pada tahun 2022 , butuh komitmen bersama dari semua sektor dalam pembangunan pangan dan gizi." Katanya.


Kepala Desa Sepahat menambahkan, pihaknya memiliki peran penting dalam rangka mendukung pencegahan Stunting, dengan cara melakukan sosialisasi kebijakan pencegahan Stunting kepada masyarakat, dan meningkatkan pembangunan sarana prasarana intervensi gizi sensitif sesuai kewenangannya.

"Berharap kepada semua kepala dusun, BPD hingga RT/RW agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat terutama kepada ibu hamil dan balita di wilayahnya masing-masing, dengan melibatkan unsur Ketua RT dan lembaga masyarakat lainnya", tutur Azlan.***

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)