Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana Jilid III Siap Digelar : Kacip Tembaga Lestarikan Budaya MelayuAjak Semua Pihak Berkolaborasi

$rows[judul] Keterangan Gambar : Pengurus dan Penasehat Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning

Laporan : Andhika 

BUKIT BATU — Suasana seni dan budaya Melayu kembali akan menggema di Bumi Negeri Junjungan. Rumah Budaya Kacip Tembaga, lembaga yang konsisten menapaki jejak pelestarian adat dan kesenian Melayu Riau, akan kembali menggelar helat akbar Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana Jilid III pada 6 hingga 9 Desember 2025 mendatang.
Kegiatan ini akan berlangsung meriah di Lapangan Tomong, Desa Sejangat, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

Dewan Penasehat sekaligus Dewan Pengarah Rumah Budaya Kacip Tembaga, Ridho Fatwandi, M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan bentuk nyata komitmen menjaga dan merawat khasanah seni dan budaya Melayu agar terus hidup di tengah arus modernisasi.

“Kami tidak main-main dalam menjaga warisan budaya Melayu. Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana bukan hanya sebuah panggung hiburan, tetapi momentum untuk meneguhkan jati diri kita sebagai orang Melayu. Ini tentang warisan, tentang identitas, dan tentang kebanggaan,” ungkap Ridho, Selasa (28/10/2025), didampingi Ketua Umum Rumah Budaya Kacip Tembaga Erwin, Sekretaris Supriandi alias Dedek Minah, Bendahara Wawan Irnawan alias Bob dan anggota Dewan Penasehat Beny Setiawan alias Iben.


Menurutnya, kegiatan ini menjadi ikon yang merepresentasikan semangat masyarakat Bukit Batu dan sekitarnya dalam menghidupkan nilai-nilai tradisi. Ia juga mengajak semua pihak — mulai dari pemerintah, perusahaan BUMN/BUMD, pihak swasta, akademisi, hingga tokoh masyarakat — untuk turut serta berkolaborasi menjaga warisan budaya ini.

“Kami ingin merangkul semua yang punya pemikiran sama: bahwa budaya Melayu harus terus bernapas. Kita rawat bersama agar tetap hidup di hati generasi muda,” tambahnya.


Ragam Lomba dan Kegiatan Edukatif

Tak hanya menghadirkan suguhan seni yang memanjakan mata, helat akbar ini juga sarat nilai edukatif. Beragam lomba akan digelar, seperti Langgam Melayu, Zapin, Teater/Drama Melayu, hingga Lomba Layang-Layang Waw — yang semuanya menggambarkan kekayaan ekspresi budaya masyarakat pesisir.

Yang tak kalah menarik, panitia juga menyiapkan seminar dan workshop budaya khusus bagi pelajar dan mahasiswa, dengan tema seputar adat, bahasa, dan nilai-nilai Melayu. Para Dewan Penasehat Rumah Budaya Kacip Tembaga akan langsung tampil sebagai narasumber, berbagi pengalaman dan ilmu tentang seni tradisi kepada generasi muda.

Dari Sungai Pakning untuk Riau

Rumah Budaya Kacip Tembaga yang berpusat di Sungai Pakning ini dikenal sebagai wadah yang menampung berbagai pegiat seni dan budayawan Riau. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Erwin Syah Putra, S.Psi, lembaga ini terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga identitas Melayu melalui kegiatan nyata dan berkelanjutan.

Struktur kepengurusan yang solid — Wakil Ketua Andhika, Sekretaris Supriandi, S.Pd, dan Bendahara Wawan Irnawan, SE — dibimbing oleh para budayawan dan seniman ternama asal Riau seperti Ridho Fatwandi, Zalfandri Zainal (Mat Rock Sejangat), Jefri Al Malay, Beny Setiawan, dan Erik — menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan menjadi roh utama dari setiap kegiatan.

Ajakan untuk Semua

Helat ini diyakini akan menjadi salah satu event budaya terbesar di Kabupaten Bengkalis menjelang akhir tahun. Selain menjadi ajang nostalgia dan silaturahmi para pegiat seni, Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana juga diharapkan menjadi destinasi budaya yang menarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

“Mari sama-sama kita saksikan dan ramaikan. Budaya tidak bisa dijaga oleh satu orang, tapi oleh hati yang sama — hati yang mencintai tanah dan warisannya,” tutup Ridho.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)