Mahasiswa KKN UNRI Gelar Program Berkenalan dengan Uang di SDN 010 Tandun Desa Bono Tapung

$rows[judul] Keterangan Gambar : Foto bersama

TAPUNG - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) tahun 2024 melaksanakan program "Berkenalan dengan Uang" di Sekolah Dasar (SD) untuk meningkatkan literasi keuangan anak-anak. Program ini bertujuan mengajarkan pentingnya menabung dan pengelolaan uang sejak dini, Selasa (20/08/2024).


Sasaran dari program kerja BEKU ialah siswa-siswi SDN 010 Bono Tapung pada kelas 2 dan 3 

Arvitori Amenda, Mahasiswa UNRI sebagai pemateri pertama membuka acara dengan pengenalan jenis-jenis uang, sejarah, mengenalkan nama tokoh pahlawan di uang kertas, dan cara mencintai uang.

"Jika dahulu kita menginginkan suatu barang maka kita harus menukarkan barang milik kita dengan barang yang kita inginkan kepada orang lain, halinilah yang disebut dengan barter," Jelas Arvitori

Arvitori juga menjelaskan jika ingin mencintai uang maka kita harus merawat uang itu dengan baik. Jangan dicoret, jangan dibasahi, jangan distreples dan yang paling utama adalah jangan dilipat. Maka dengan begitu kita sejak dini mengupayakan untuk menjaga keutuhan fisik uang rupiah.

Berakhirnya bagian pengenalan uang, dilanjutkan dengan pemateri kedua, Syakira Syafia A’izza, Mahasiswa UNRI. Dengan menjelaskan kebutuhan dan keinginan melalui video pendek dan penjelasan serta membuat dompet dari kertas.

Materi kedua dibuka dengan video pendek agar siswa-siswi bisa belajar melalui animasi. Dilanjutka dengan penjelasan bagaimana membedakan antara kebutuhan dan keinginan sejak dini.

“Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi, jika tidak penuhi akan berpengaruh kepada kelangsungan hidup. Sedangkan keinginan adalah segala sesuatu yang jika tidak dipenuhi tidak akan berpengaruh kepada kelangsungan hidup.” Jelas Syakira.

Program kerja BEKU diusung oleh mahasiswa jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis untuk mengajarkan siswa-siswi agar mengenal lebih lanjut tentang uang. Program ini diharapkan dapat membuat siswa-siswi mengetahui kebutuhan dan keinginan.

Setelah melakukan pembelajaran, siswa-siswi di ajak untuk membuat keterampilan dari kertas HVS menjadi dompet kertas yang dihias dan dibuat semenarik mungkin. Hal ini membangkitkan semangat siswa-siswi dan melatih kreatifitas siswa.

Pembelajaran dilakukan dengan metode interaktif, termasuk permainan dan kuis, untuk menarik perhatian siswa.


Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan tanggung jawab finansial pada anak-anak, serta mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih baik.(Win)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)