Lebih dari Sekadar Silaturahmi:PWI Night Fest 2025 Wadah Doa, Peduli Bencana, dan Gerakkan Ekonomi

$rows[judul]

BENGKALIS – Di tengau hiruk-pikuk perayaan tahun baru, puluhan insan pers di Bengkalis memilih merangkai malam terakhir tahun 2025 dengan doa, solidaritas, dan dukungan nyata. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkalis menggelar PWI Night Fest 2025 di Lapangan Tugu Bengkalis, Rabu (31/12/2025), dengan nuansa yang berbeda dari pesta tahun baru pada umumnya.


Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 ini sengaja dirancang tanpa kemeriahan kembang api atau hiburan seremonial pergantian tahun. Sebagai gantinya, panggung utama diisi oleh doa bersama untuk keselamatan bangsa dan solidaritas bagi korban bencana di berbagai wilayah Sumatera.


“Ini adalah bentuk empati konkret kami. Di saat banyak orang bersukaria, masih banyak saudara kita di Sumatera yang sedang berjuang pulih dari bencana. Momen ini kita jadikan pengingat akan nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Ketua PWI Bengkalis, Adi Putra, dalam sambutannya.


Aksi Nyata di Lapangan

Komitmen itu tidak hanya berhenti pada kata-kata.PWI Bengkalis bersama BAZNAS membuka posko penggalangan dana kemanusiaan langsung di lokasi acara. Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana.


Tidak hanya soal kepedulian sosial, festival malam ini juga menjadi panggung bangkitnya ekonomi kreatif lokal. Puluhan stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Bengkalis mendapat tempat untuk memamerkan dan menjual produk mereka. Langkah ini menjadi bentuk dukungan nyata dunia pers terhadap ketahanan ekonomi daerah.


“Pers harus hadir di semua lini, termasuk sebagai penggerak ekonomi. Kami tidak hanya meliput, tetapi juga turut menciptakan ekosistem di mana usaha lokal bisa tumbuh dan dikenal masyarakat,” tambah Adi.


Silaturahmi yang Berarti

PWI Night Fest 2025 berhasil menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai elemen:jurnalis, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Dalam suasana santai, obrolan terjalin bukan hanya tentang pekerjaan, tetapi juga tentang kolaborasi dan pembangunan daerah.


Dengan konsep sederhana namun penuh makna, acara ini mengukuhkan peran pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang peka, peduli, dan aktif berkontribusi dalam membangun iklim sosial-ekonomi yang lebih baik.


“Ini esensi dari peringatan HPN yang sesungguhnya. Pers yang hidup adalah pers yang akar rumput, yang menyatu dengan denyut nadi dan keprihatinan masyarakatnya,” pungkas Adi Putra.(WIN)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)