BENGKALIS - Menindaklanjuti program "Kunjung Adat" yang sudah dicanangkan sebelumnya, maka pada kamis, 26 Juni 2025, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis mengawali program tersebut dengan melakukan "Bual Maya" (Zoom Meeting) dengan sejumlah pemangku dunia pendidikan, yang terdiri dari pimpinan perguruan tinggi, kepala sekolah, korwil pendidikan, Ketua LAMR kecamatan, dan stakeholder lainnya.
Dalam "Bual Maya" dengan sekira 1.500 orang, yang dipusatkan dari ruang rapat "Zahari" Bappeda Kabupaten Bengkalis, hadir Ketua Umum MKA, DS. H. Ilham Noer, Ketua Umum DPH, DS Syaukani Al Karim, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Kemenag, Timbalan Ketua DPH dan MKA, Sekum MKA dan DPH, Dewan Pendidikan, Puan Melayu, dan yang lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPH, DS. Syaukani Al Karim, mengatakan bahwa kegiatan "Kunjung Adat" merupakan upaya LAMR untuk dapat membekali peserta didik dengan pengetahuan dasar tentang adat Melayu.
"Dengan program ini, LAMR menginginkan agar anak-anak didik dapat mengenal adat dan budayanya, sehingga pada masa depan, mereka tumbuh menjadi generasi yang hebat dan sekaligus paham dengan adat dan budaya," papar DS. Syaukani Al Karim.
Bual Maya "Kunjung Adat" dilaksanakan dalam tiga sesi perbincangan. Sesi pertama dilakukan dengan pimpinan PAUD se-kabupaten Bengkalis. Sesi kedua dengan kepala sekolah SD dan SMP se Kabupaten Bengkalis, sedangkan pada sesi ketiga, dan akan diikuti oleh Kepala Sekolah SMA SMK , MA dan perguruan Tinggi.
Ketua Umum MKA, DS. H. Ilham Noer, saat ditemui di tempat acara, mengatakan bahwa acara seperti sangat penting, terutama dalam upaya memasyarakatkan konsep dan nilai adat di lingkungan sekolah.
"Melalui kegiatan Kunjung Adat ini, siswa dan mahasiswa baru akan mendapatkan pengetahuan tentang adat istiadat Melayu. Kita perlu membekali generasi muda dengan nilai adat dan tradisi, karena pada zaman moderen ini, mereka akan berhadapan dengan budaya asing yang menyerang dari berbagai sisi kehidupan. Kita berharap, melalui program Kunjung Adat ini, generasi muda kita akan memiliki benteng dalam menghadapi budaya luar yang bersifat negatif," kata DS. h. Ilham Noer.(WIN)
Tulis Komentar