LAMR Bukit Batu Ingatkan Masyarakat Lebih Waspada dan Selektif Memilih Caleg

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ketua LAMR Kecamatan Bukit Batu Datok Rusdi Ispandi
Laporan: Andhika

BUKITBATU-
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Bukit Batu mengingatkan kepada  masyarakat untuk lebih waspada dan benar-benar selektif dalam memilih calon  legislatif (caleg) pada 14 Febuari mendatang. 

Hal ini salah satu mementukan nasib masyarakat banyak kedepannya. Untuk itu, hendaknya masyarakat lebih teliti dalam memilih nanti sesuai hati nurani. 

 "Pilih dengan hati nurani kita, dan pilihlah caleg yang peduli dengan warga, terbukti mampu bekerja dan yang paling penting bisa menunaikan janjinya. Jangan pilih caleg yang tidak komitmen dan hanya pandai berjanji semata serta membagi-bagikan uang atau barang yasng hanya sesat saja."kata Ketua LAMR Kecamatan Bukit Batu Datok Rusdi Ispandi, kamis (30/03).

Dikatakan Datok Rusdi Ispandi, belajar dari pengalaman pada pemilu legislatif sebelumnya, bisa dilihat apa yang sudah di lakukan oleh masing-masing caleg tersebut selama ini. Apalagi yang sudah duduk jadi anggota dewan, harus kita lihat track recordnya sebagai wakil rakyat.

"Tahun 2023 ini sudah memasuki tahun politik, mereka akan datang mencari suara dengan berbagai cara. Banyak yang berubah jadi perhatian dan jadi dermawan. Itulah yang di namakan jebakan politik. Selama beberapa tahun ini mereka hilang, sudah dekat pemilu baru mereka datang dengan cara membagi-bagikan barang ataupun uang. Jangan kita mau di tipu lagi" Tegasnya. 

Menurutnya Datok Rusdi, jangan sampai suara dan nasib kita di beli dengan uang ratusan ribu, namun selama 5 tahun warga tidak mendapatkan manfaat selama ia menjabat. Kebiasaan ini harus kita rubah agar wakil rakyat yang terpilih nanti benar-benar orang yang mau bekerja untuk masyarakat. Bukan setelah terpilih hanya duduk diam tanpa berbuat apa-apa. 

"Kepada semua masyarakat, saya Datok Rusdi Ispandi  mengingatkan untuk lebih waspada terhadap politik uang yang dilakukan para caleg. Sebab, caleg yang melakukan politik uang dengan membeli suara, kelak ketika jadi tidak bakalan memikirkan nasib pemilihnya, tapi memikirkan bagaimana mengembalikan modalnya dan hanya memikirkan kepentingan pribadinya."ujarnya.

"Mari kita sadar dan pilih caleg yang cerdas dan memiliki kapasitas, jangan memilih caleg karena isi tas. Supaya nanti terpilih wakil rakyat yang benar-benar punya komitmen dalam memperjuangkan aspirasi warga."tutupnya.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)