KTP dan Fotonya Digunakan Oknum Penipu, Reza Domo Minta Netizen Waspada

$rows[judul] Keterangan Gambar : Reza Dommo

SUNGAIPAKNING - Reza Domo (40) Warga Sungai Pakning Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis meminta masyarakat dan netizen agar terus meningkatkan kewaspadaan dalam berselancar di internet atau bermedia sosial, pasalnya dia baru saja menjadi korban aksi penipuan, KTP dan Fotonya digunakan oknum penipu untuk mengelabui netizen lainnya.

Hal itu diungkapkan Reza, Ahad (10/10/2021), diceritakan Reza dia baru saja menjadi korban pada Sabtu (9/10/2021), dimana KTP dan Fotonya tiba - tiba tersebar di salah satu group Facebook dan menyebutkan dirinya telah berhutang pada transaksi online dan tak mau membayar.

"Sepontan saja saya terkejut, karena saya sama sekali tidak pernah melakukan transaksi jual beli itu, apalagi sampai berhutang dan menipu orang, ini kan sangat berbahaya, dan sangat merugikan saya," ungkapnya.

Namun setelah dirinya melakukan komplain terhadap admin group, barulah postingan itu dihapus oleh netizen yang mempostingnya.

"Saya komplain ke adminnya, karena itu adalah fitnah, beruntung saja admin mau menghapusnya, kalau tidak saya akan laporkan ke polisi atas pencemaran nama baik," pungkas Reza Pengusaha Muda ini.

Oleh sebab itu Reza mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tingkatkan kewasapadaan, dan jangan mengupload foto apalagi KTP sembarangan, nanti digunakan oleh para penipu yang selalu mengintai data pribadi orang, untuk mengambil keuntungan dengan cara - cara yang keji.

"Harus tetap hati-hati. Apalagi Foto selfie dengan KTP kamu akan jadi incaran penjahat. Paling sering pelaku menggunaakan teknik phishing." Pesannya.

Phishing adalah modus kejahatan untuk melakukan penipuan dengan mengelabui korban. Tujuannya mencuri data penting, seperti identitas diri, password, kode PIN, kode OTP (one time password) pada akun-akun keuangan, seperti mobile banking, internet banking, paylater, dompet digital, hingga kartu kredit.

Kalau sudah dapat data pentingnya, akun dijebol, duit dikuras sampai ludes. Umumnya aksi kejahatan ini dilancarkan melalui email maupun media sosial lain, seperti mengirimi link palsu, membuat website bodong, dan sebagainya. Jangan sampai jadi korban. (Win)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)