Keterangan Gambar : Bupati Siak terpilih Dr.Afni Z saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, didampingi Ketua DPD Golkar Riau Syamsuar dan Ketua DPD II Golkar Siak Indra Gunawan.
Jakarta – Meski kembali digugat pasca Pemungutan Suara Ulang (PSU), Partai Golkar memastikan tidak akan tinggal diam. Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan partainya siap mengawal penuh kemenangan pasangan Afni Zulkifli–Syamsurizal sebagai Bupati dan Wakil Bupati Siak terpilih.
Hal itu disampaikan Bahlil dalam pertemuan khusus bersama Ketua DPD I Golkar Riau Syamsuar, Ketua DPD II Golkar Siak Indra Gunawan, serta Afni Zulkifli, di Jakarta, Sabtu malam (19/4/2025). Turut hadir Sekretaris DPD Golkar Riau Parisman Ihwan dan politisi muda Golkar, Andri.
Bahlil mengucapkan selamat kepada pasangan Afni–Syamsurizal serta tim Koalisi Berazam yang diketuai Indra Gunawan atas kemenangan dua kali berturut-turut, baik di Pilkada maupun PSU.
“Luar biasa. Ibu Bupati-nya masih muda, perempuan, dan menang dua kali melawan incumben. Ini bukti rakyat ingin perubahan. Golkar wajib kawal amanat ini,” tegas Bahlil yang juga menjabat Menteri ESDM.
Menanggapi adanya gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK), Bahlil menilai itu bagian dari dinamika hukum yang harus dihormati. Namun, ia optimis gugatan tersebut tidak akan mengubah hasil.
“Yang menggugat hanya calon wakil, secara formil bisa tidak memenuhi syarat. Yang jelas, kemenangan rakyat tidak boleh dikhianati. Golkar akan berdiri paling depan,” ujarnya.
Ketua DPD I Golkar Riau, Syamsuar, menyebut pertemuan ini sekaligus memperkuat sinergi Golkar dalam membangun Siak ke depan. Tak hanya soal politik, tetapi juga agenda ekonomi dan pembangunan daerah.
“Banyak pesan disampaikan Ketum, terutama agar kemenangan ini dijaga sebagai amanah rakyat. Kita juga bicara soal masa depan ekonomi rakyat Siak,” kata Syamsuar.
Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Siak, Indra Gunawan, menegaskan kemenangan Afni–Syamsurizal adalah hasil nyata dari kekuatan rakyat yang menginginkan perubahan. Ia menyebut kemenangan ini bukan milik partai semata, melainkan milik seluruh masyarakat Siak.
“Dua kali menang karena kami berkoalisi dengan rakyat. Isu dan manuver politik yang sengaja dihembuskan itu upaya pecah belah. Tapi Koalisi Berazam tetap solid, kita kawal sampai pelantikan,” tandasnya.(WIN)
Tulis Komentar