Keterangan Gambar : Ribuan Lampion di sepanjang Jalan Jendral Sudirman Kota Sungai Pakning, Kamis (26/1/2017) malam.
RiauBerdaulat.com,SUNGAIPAKNING -- Ribuan lampion yang dipasang di sepanjang jalan Jendral Sudirman Sungai Pakning untuk menyambut tahun baru Imlek memperindah Ibu Kota Kecamatan Bukit Batu kususnya di malam hari.
Tak hanya warga Tiong Hua, masyarakat lainnya juga ikut menikmati keindahan lampion yang bercahaya merah di sepanjang jalan Sudirman tersebut.
"Lampu lampion yang berjejer di sepanjang jalan Sudirman memperindah pemandangan malam di Sungai Pakning, kita juga ikut menikmati keindahannya dan betah berlama menyaksikannya apalagi sambil nongkrong di kedai kopi bersama teman-teman," ujar Darmayanto Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Bukit Batu, Kamis (26/1/2017) malam.
Darmayanto juga mengatakan keluarga besar KNPI Kecamatan Bukit Batu mengucapkan Selamat menyambut tahun baru Imlek bagi seluruh Warga Tiong Hua di Sungai Pakning dan semoga keharmonisan antar warga tetap terjaga.
"Menurut penanggalan tionghua, tahun baru Imlek 2568 menandai dimulainya tahun ayam. Semoga tahun baru ini dapat disambut dengan bahagia dan gembira bagi saudara-saudara kita Warga Tiong Hua Sungai Pakning," ucap Darmayanto.
Kalender Tionghua adalah penanggalan yang menggunakan baik perputaran matahari dan perputaran bulan (lunisolar).
Bila dihitung berdasarkan kalender masehi, tahun baru imlek selalu jatuh di antara bulan Januari dan Februari.
Tahun ini perayaan tahun baru Imlek jatuh pada pada hari Sabtu, 28 Januari 2017.
Sementara itu salah seorang Tokoh masyarakat Tiong Hoa Sungai Pakning Ateng, mengatakan pemasangan seribu lampion atau teng lung untuk memeriahkan perayaan Imlek. Pemasangan ini merupakan even tahunan setiap menjelang Imlek.
"Ini tradisi kita menjelang Imlek di Sungai Pakning dan sudah berlangsung beberapa tahun terakhir, setiap malam banyak sekali warga masyarakat yang menyempatkan diri datang melihat cahaya lampion ini," kata Ateng.
Bagi
masyarakat Tionghoa, lampion mempunyai makna filosofi tersendiri.
Seperti dijelaskan Ateng lampion berarti penerangan yang menerangi.
Jadi, orang yang hidup secara materi, mental dan fisik, itu sudah siap.
Namun,
masyarakat tetap membutuhkan simbol atau aspek psikologis yang bisa
menerangi jalan hidup manusia yang digambarkan dengan lampion itu.
"Lampion ini bisa dipersepsikan seperti itu. Makanya, setiap perayaan
Imlek pasti ada lampion," tuturnya.(RBE)
Tulis Komentar