Laporan : Andhika
Â
Â
SUNGAI PAKNING - Muhammad Faisal Fahmi selaku ketua umum Ikatan Mahasiswa Kecamatan Bukit Batu (IMKABUBA) geram terhadap PT Surya Dumai Agrindo (SDA) Akibat pihak perusahaan dirasa sudah kelewatan dan tidak memenuhi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terhadap daerah sekitar yang terkena lahan yang dipakai oleh perusahaan.Â
"PT Surya Dumai Agrindo sudah sangat kelewatan dan tidak sadar diri, Coorporate Social Responsibility (CSR) sebagaimana telah diamanahkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia Sebagai Konstitusi tertinggi dinegara Indonesia yang telah mengatur tentang penerapan CSR. diantaranya adalah UU No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (UUPT), UU No 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal (UU Penanaman Modal), UU No 39 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Peraturan Pemerintah No 40 Tahun 2012 Tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan" Kesal Fahmi, Selasa (16/1/2018).
Dikatakan Fahmi, kekesalan itu bertambah ketika pihak perusahaan membuka sekat/tebat kanal pada saat hujan mengguyur yang berakibat pada banjir yang melanda hingga air masuk kerumah warga desa batang duku dan kelurahan sungai pakning.
"PT SDA memang tidak punya niat baik dan tidak merasa bertanggung jawab terhadap keadaan sosial dan lingkungan sekitar" kata FahmiÂ
Fahmi yang juga dikenal sebagai lelaki berkacamata ini menambahkan bahwa selama bertahun tahun perusahaan hanya mengeruk bumi melayu bukit batu tanpa memberikan kepedulian terhadap warga sekitar, terbukti dari tidak adanya kejelasan program CSR dan minor nya tenaga kerja lokal.
"Sudah sekian lama bumi kami dikeruk oleh perusahaan ini tanpa ada kejelasan tentang program CSR dan minornya tenaga kerja lokal.
seharusnya perusahaan membuat kejelasan CSR dan tenaga kerja lokal juga harus diberdayakan" Ungkap Fahmi
"Sekali lagi saya tegaskan, jangan hanya mengeruk bumi kami untuk mencari keuntungan sendiri kemudian tanggung jawab sosial dan lingkungan kalian tutup mata". Tutup Fahmi.
Tulis Komentar