Keterangan Gambar : Legislator Bengkalis Haji Rafee saat menyalurkan bantuan modal usaha kepada masyarakat, Kamis (16/10/2025) di Cafe Belalang Sungai Pakning.
BENGKALIS — Siang itu, angin laut bertiup lembut di tepian Pantai Sungai Pakning. Di bawah rindang pohon mangrove dekat Café Belalang, sejumlah pelaku usaha kecil tampak berkumpul dengan wajah sumringah. Mereka bukan sekadar menghadiri pertemuan biasa — melainkan menerima bantuan modal usaha dari H. Muhammad Rafee, anggota DPRD Bengkalis yang dikenal dermawan.

Kamis, 16 Oktober 2025, menjadi momen lanjutan komitmen Haji Rafee menyalurkan sebagian gajinya untuk pemberdayaan ekonomi rakyat kecil. Kali ini, sebanyak lima pelaku UMKM mendapatkan pinjaman modal tanpa bunga, tanpa uang jasa, dan tanpa agunan. Total bantuan yang disalurkan hari itu mencapai Rp 13 juta, seluruhnya bersumber dari gajinya sebagai wakil rakyat.

“Saya percaya, ketika rezeki dibagikan kepada yang membutuhkan, ia justru akan bertambah manfaatnya. Gaji yang saya terima bukan hanya untuk pribadi, tapi harus kembali ke masyarakat,” ujar H. Muhammad Rafee, disambut tepuk tangan para penerima bantuan, didampingi Staf Kusus dan Timnya antara lain Jeprizal, Wawan Irnawan, Tri Buana, Dade Arisandi, Amat dan lainnya.

Langkah ini bukan hal baru. Sejak pertama kali dilantik sebagai anggota DPRD Bengkalis dari Dapil Bukit Batu, Siak Kecil, dan Bandar Laksamana, Rafee telah rutin menyisihkan Rp 25 juta setiap bulan dari gajinya — terdiri dari Rp 10 juta untuk bantuan modal usaha dan Rp 15 juta untuk pinjaman tanpa bunga.
Hingga Oktober 2025, total 221 pelaku UMKM telah menerima bantuan dengan nilai kumulatif Rp 117 juta. Semua penerima adalah warga yang lulus proses verifikasi dan terbukti memiliki usaha produktif.
“Selama saya dipercaya menjabat, insya Allah saya akan teruskan program ini. Jangan biarkan wakil rakyat hanya duduk di kursi empuk tanpa memberi manfaat nyata bagi rakyat yang memilihnya,” tegas Rafee.
Salah satu penerima bantuan kali ini, Mulyadi (58), tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Ia mendapat pinjaman untuk menambah modal usaha dagang makanan ringan.
“Saya tak pernah menyangka bisa dapat bantuan seperti ini. Biasanya kalau pinjam ke bank harus pakai agunan, bunga, dan banyak syarat. Tapi di sini, yang penting usaha jalan dan amanah,” ucap Mulyadi.
“Saya tambah stok daging ayam lagi, mudah-mudahan bisa berputar cepat,” kata Om Yot dengan senyum lebar.
“Kalau usaha saya berkembang, saya niatkan sebagian hasilnya untuk bantu orang lain juga,” timpal Buk Ayek lembut.
Rafee dikenal sebagai satu-satunya anggota DPRD Bengkalis yang secara terbuka mengumumkan alokasi gajinya untuk rakyat. Ia berasal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan kini duduk di Komisi II DPRD Bengkalis, yang membidangi ekonomi, koperasi, lingkungan dan UMKM.
Sebelum masuk politik, Rafee dikenal sebagai pengusaha dan pendidik yang dermawan. Ia mendirikan SD dan SMP IT Al Hidayah di Desa Sejangat, Kecamatan Bukit Batu, yang seluruh siswanya mendapat beasiswa penuh. Rekam jejak ini membuatnya dicintai banyak warga karena dianggap bukan sekadar berjanji, tetapi menepati janji sosial yang ia ucapkan sejak masa kampanye.
“Saya tidak ingin dikenal karena jabatan, tapi karena manfaat. Kalau rezeki yang saya dapat bisa membantu orang bangkit, itu sudah cukup,” kata Rafee dalam sambutannya di Café Belalang.
Suasana di Café Belalang sore itu penuh kehangatan. Laut di kejauhan memantulkan cahaya jingga, sementara para penerima bantuan saling berbagi cerita dan tawa. Program kecil itu mungkin tak mengubah perekonomian besar Bengkalis secara langsung, tetapi menghidupkan semangat gotong royong yang kian langka di politik modern.
Mulyadi menatap amplop berisi dana bantuan di tangannya dengan harapan baru. “Terima kasih, Pak Haji. Ini bukan cuma uang — tapi semangat,” ucapnya pelan.
Tulis Komentar