Keterangan Gambar : Foto bersama
Laporan: Andhika
BUKIT BATU- Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis melakukan sosialisasi di Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana terkait pembelajaran tatap muka terbatas tingkat Sekolah TK, SD dan SMP yang rencana akan dibuka normal pada 25 Januari 2021 mendatang.
Kegiatan sosialisasi tersebut, berlangsung di Gedung Serbaguna Bujang Kelana Kecamatan Bukit Batu, Jum'at (22/01/2021). Dan turut dihadiri Kabid Pembina SD Bengkalis Randy Vernanda, ST, Kasi Kurikulum, Camat Bukit Batu Taufik Hidayat, Camat Bandar Laksamana Acil Esyno, Kapolsek Kompol Hendrik, SH, Danramil, dr. Dian dan jajaran Kepala Sekolah.
Dalam pengarahannya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembina SD Randy Vernanda ST mengatakan bahwa, rencana pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah akan dimulai pada 25 Januari 2021 mendatang dengan dimulai sosialisasi kepada orangtua murid oleh kepala sekolah dan komite sekolah setempat.
"Sekolah yang dibolehkan melakukan pembelajaran tatap muka sudah tentu dengan syarat-syarat yang sangat ketat. Dan Sekolah tersebut benar benar sudah mempersiapkannya dengan matang,"kata Randy.
Menurut Randy, Sekolah tidak boleh terburu buru untuk melakukan pembelajaran tatap muka bila belum siap, Karena terlebih dahulu harus memenuhi protokol kesehatan.
"Hal ini juga kita minta dukungan dari berbagai pihak diantaranya, Kapolsek, Danramil, tenaga kesehatan, satgas kecamatan untuk turut membantu memantau agar sekolah bisa berjalan sebagaimana mestinya,"ungkapnya.
Sementara itu, Camat Bukit Batu Taufik Hidayat menyampaikan proses pembelajaran tatap muka terbatas wajib menerapkan Prokes mulai dari siswa, petugas hingga guru harus disiplin. Dan senantiasa menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan, seperti sanatizer, masker yang harus diperhatikan , serta ruangan kelas maksimal 50 persen.
"Yang paling penting dari siswa tentang berinteraksi bila keluar daerah, pada hari libur perlu di kawal ketat karena ini menjadi hal serius. Dan dari pihak sekolah benar benar tegas terhadap wali murid demi kepentingan bersama . Pembelajaran tatap muka juga diserahkan ke daerah masing masing, khusus dari kecamatan Bukit Batu sangat mendukung kebijakan pemerintah daerah. Dan kita siap menurunkan satgas kecamatan di sekolah,"jelas Camat Taufik.
Disampaikan juga Kapolsek Bukit Batu Kompol Hendrik, SH bagi sekolah yang ingin menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas tentu harus benar benar mengikuti prosedur yang telah diberikan. Karena Masih banyak ditemukan sebagian warga yang tidak memakai masker.
"Kita dari pihak satgas kepolisian sudah banyak memberikan masker, bahkan dari berbagai kalangan namun ternyata masih banyak yang tidak mengenakan masker. Mungkin saja sebagian masyarakat masih tidak percaya dengan adanya Covid-19 ini,"ujar Kapolsek.
Selain itu, Kapolsek menyampaikan Dari satgas Kecamatan akan datang melihat Sekolah. Di khawatirkan Prokes hanya diterapkan hanya pada hari pertama dan Kedua. Dan hari Ketiga sudah tidak ada, seperti sabun dan masker habis.
"Bila tim kita turun mendatangi sekolah sekolah, jika tidak ditemukan syarat syaratnya akan menjadi temuan. Ini tentu akan membuat klaster menjadi naik, tenaga kesehatan saja mengakui adanya wabah ini, masyarakat harus mengikutinya. Dan siswa lebih percaya dengan gurunya, jadi tolong diperhatikan orang tua dirumah sampaikan kepada anaknya. Dengan adanya vaksin yang berkelanjutan ini dapat mengurangi laju perkembangan Covid-19,"tuturnya.
Disamping itu, disampaikan juga dr. Dian Kepala tenaga Kesehatan Puskesmas Bukit Batu, peran sebagai tenaga kesehatan pertama berharap pelaksanaan dari pembelajaran tatap muka terbatas dengan prokes yang sangat ketat itu syaratnya. Pelaksanaanya juga harus konsisten.
"Hal ini harus bisa dilaksanakan dengan baik, bukan hanya sekedar syarat diatas kertas, tapi pelaksanaanya harus mengikuti prosedur. Dan harus memakai masker bukan sekedar pakai masker didagu, ini sangat kita khawatirkan,"kata dr. Dian.
Lebih lanjut, dr. Dian mengatakan kurang dari 500 tenaga kesehatan akan melakukan vaksin. Vaksin yang dibutuhkan sekitar 4 juta sementara kita hanya mendapat 3 Juta vaksin. Dan tidak semua orang yang divaksin, ada yang boleh ada yang tidak. Orang yang pernah menderita Covid-19 tidak divaksin. Diatas 18 tahun yang sehat, anak anak belom divaksin sebelum ada data keamanan serta Lansia juga belum ada uji klinik aman untuk di vaksin.
Selain itu, disampaikan juga Kasi Kurikulum Kabupaten Bengkalis Khozali, A M.Pd bahwa, dimulai perangkat Sekolah satu hari sebelum sekolah dibuka, harus disemprot Desinfektan, Simulasikan fotonya telebih dahulu.
Kemudian harus di patuhi jaga jarak 1,5 meter dan anak harus diantar orang tua.
"Sekolah siapkan antar jemput siswa, jaga jarak. Surat edaran Menteri ada 2 Shift pergantian siswa, namun Kebijakan Pemerintah Bengkalis kita jadikan 1 Shift saja. Siswa belajar mulai Pukul, 08:00 hingga jam 10:00 Wib. Ketika anak pulang kerumah, ruangan harus dilakukan Desinfektan kembali,"terangnya.
"Kemudian, ketika anak masuk gerbang sekolah petugas sudah memeriksa suhu badan anak, jika tinggi Bawak ke pos kesehatan. Dan peralatan anak harus pribadi tidak boleh pinjam punya temannya,"jelasnya.
Dikatakan juga Camat Bandar Laksamana Acil Esyno bahwa juga ikut andil dalam mensosialisasikan ke Pemerintahan desa Bandarlaksamana.
"Kita Pemerintahan Kecamatan Vandar Laksamana akan ikut menyampaikan kepada kepala desa tentang akan dilaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas ini,"ujarnya.
Selanjutnya, dari pihak Korwilcam Bukit Batu Doni Dunny Duvira membuka dan memperlihatkan video simulasi di sekolah untuk dipahami berbagai kepala sekolah.
"Kita akan monitoring Kesekolah, dari Dinas Pendidikan yang diwakili Korwilcam. Karena pembelajaran tatap muka terbatas dilakukan bertahap, mana layak untuk melakukan pembelajaran tatap muak tersebut,"tutupnya. (Andhika).
Tulis Komentar