Di Hadapan Pendemo, BSP Bantah Tuduhan Nepotisme Terkait Bupati Siak

$rows[judul]

Pekanbaru, 05 Februari 2026 – Manajemen PT Bumi Siak Pusako (BSP) secara resmi membantah adanya praktik nepotisme dalam perusahaan yang dikaitkan dengan Bupati Siak, Afni. Bantahan ini disampaikan langsung oleh jajaran direksi saat menerima dan berdialog dengan sejumlah pengunjuk rasa yang mendatangi kantor perusahaan, Jalan Sudirman, Pekanbaru, (05/02/2026).

Aksi demonstrasi yang mengatasnamakan mahasiswa tersebut membawa tuduhan bahwa terdapat pengangkatan keluarga atau kerabat Bupati Afni di tubuh BSP. Namun, dalam dialog yang berlangsung, para pengunjuk rasa dinilai tidak dapat menyertakan bukti konkret maupun menyebutkan nama-nama spesifik yang dimaksud.


Dialog Terbuka dan Permintaan Bukti

Dalam pertemuan itu, Sekretaris Perusahaan BSP, Ardian Ardi, menjelaskan bahwa pihak perusahaan terbuka terhadap aspirasi namun mempertanyakan dasar dari tuduhan yang dilayangkan. Ardian secara langsung meminta para pengunjuk rasa untuk menunjukkan bukti yang mendukung klaim nepotisme tersebut.

“Kami menghargai aspirasi yang disampaikan. Namun sebagai mahasiswa yang kritis, sudah seharusnya setiap tuduhan dilandasi oleh data dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Saat kami tanya, bukti itu tidak dapat ditunjukkan. Kami khawatir ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan semangat adik-adik mahasiswa ini,” ujar Ardian Ardi di lokasi.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Team Manager Community Development BSP, Tengku Muchlis. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada anak kandung Bupati Siak Afni yang bekerja di BSP. Muchlis juga mengklarifikasi bahwa salah satu keluarga bupati yang kerap disebut-sebut memang bekerja di BSP, namun statusnya adalah karyawan tetap yang telah mengabdi dan berkarir di perusahaan tersebut selama lebih dari 20 tahun, jauh sebelum masa jabatan Bupati Afni.

“Pengangkatan dan kenaikan jabatan di BSP dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan prosedur profesional yang ketat. Individu yang dimaksud adalah profesional yang karirnya dibangun puluhan tahun, bukan karena hubungan keluarga. Bupati Afni justru selalu menekankan agar BSP menjaga kredibilitas dengan bekerja secara transparan dan profesional,” tegas Tengku Muchlis.


Respons Pengunjuk Rasa

Saat diwawancarai oleh awak media di lokasi, salah seorang perwakilan pengunjuk rasa, Hariansyah, tampak kesulitan ketika diminta untuk merinci tuduhan nepotisme. Ia menyebut bahwa tuduhan tersebut masih berupa “dugaan” terhadap Bupati Siak.

Ketika didesak lebih lanjut oleh wartawan untuk menyebutkan nama-nama yang diduga diangkat secara nepotis, Hariansyah enggan menjawab dan hanya berkata, “Jangan lah, Pak.” Seorang rekan di sebelahnya kemudian menyela dengan mengatakan bahwa hal tersebut merupakan “rahasia” internal mereka yang akan didiskusikan lebih lanjut dengan pihak BSP, sebelum kelompok tersebut membubarkan diri.


Komitmen terhadap Tata Kelola Perusahaan

Melalui pernyataan resminya, manajemen BSP kembali menegaskan komitmen perusahaan terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Perusahaan milik pemerintah daerah ini menyatakan bahwa semua proses rekrutmen dan promosi jabatan terbuka, kompetitif, dan diawasi oleh instansi yang berwenang.

“BSP adalah aset daerah yang dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Kami mengajak semua pihak, termasuk mahasiswa, untuk bersama-sama mengawal kinerja perusahaan dengan cara-cara yang konstruktif dan berdasarkan informasi yang benar,” tutup Ardian Ardi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga atau Kantor Bupati Siak menanggapi aksi demonstrasi tersebut.(Red)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)