Bupati Afni Perkuat LPTQ, Pastikan MTQ Tetap Ada di Siak

$rows[judul]

SIAK - Bupati Siak Dr.Afni Z,M.Si mengunjungi Kantor LPTQ Kabupaten Siak, Jumat 3 Oktober 2025. Orang nomor satu Negeri Istana ini meminta pengurus LPTQ mengawal pelaksanaan MTQ tetap terlaksana di Siak secara lebih berkualitas, dengan upaya konkrit memuliakan Al Quran.


"MTQ wajib terlaksana di Siak. Bahkan meski anggaran kita tak adapun, jangan sampai tak ada MTQ di Siak. Dulu waktu kami kecik, bahkan pernah pergi lomba pakai lampu colok. Sekarang saya ingin ada perubahan mendasar untuk mengembalikan kemuliaan Al Quran yang menjadi substansi pelaksanaan MTQ, bukan memuliakan Astaka, pawai, ataupun bazar," pesan Dr.Afni.


"Kita tau sama tau, terkadang lebih mahal pula biaya Astaka daripada bonus untuk Qori Qoriah dan pelatih Ustad Ustazah, ini kan menyalah. Harus kita tata ulang kembali agar kemuliaan Al Quran benar-benar terjaga," tambahnya.


Pernyataan ini sekaligus membantah beredarnya informasi bahwa MTQ ditiadakan di Siak karena faktor efesiensi. Karena justru Bupati Siak Dr.Afni menegaskan penguatan LPTQ agar pelaksanaan MTQ harus dilakukan secara menyeluruh dan substansial ketimbang seremonial.


"Laksanakan MTQ di pesantren-pesantren agar ghirohnya lebih terasa. Anggaran LPTQ harus ditambah, bonus Qori dan Qoriah harus naik, kantor LPTQ Siak kalau perlu pindah. Bertahun-tahun di ruko, harusnya pindah ke tempat yang lebih representatif. Agar anak-anak yang datang untuk dibina, menjadi lebih nyaman dalam amalan-amalan cinta Quran mereka," tegas Dr.Afni. 


Bupati perempuan pertama di Siak yang juga purna Kafilah MTQ cabang Syarhil Quran itu juga akan mengundang khusus seluruh pengurus LPTQ Kecamatan, Kepala KUA, dan Camat pada peringatan Hari Santri tanggal 22 Oktober 2025 yang akan berpusat di Kota Siak Sri Indrapura. 


"Saya ingin pembinaan dan pengkaderan menjadi kunci utama prestasi Kafilah MTQ Kabupaten Siak kedepannya. Saya tiga tahun berturut-turut pernah jadi kafilah, jadi harus berubah cara kita memuliakan Qori dan Qoriah. Pemkab Siak siap mengawal itu," kata Dr.Afni.


Sesuai jadwalnya untuk tingkat kampung, STQ wajib dimulai Januari 2026, maka Bupati Siak minta LPTQ menyiapkan perencanaan kegiatan dari sekarang, sehingga di November dan Desember 2026 ada pembinaan atau pengkaderan anak-anak yang berpotensi untuk ikut STQ dan MTQ.


"Anggaran LPTQ wajib naik meski Siak mengalami efesiensi. Tak bisa banyak, sedikit jadilah. Tambahkan modal pembinaan karena kunci prestasi ada disitu. Sebagai purna kafilah MTQ, saya ingin kemuliaan Al Quran benar-benar terjaga oleh kita semua," pesan Dr.Afni.


Sementara itu pengurus LPTQ Siak mengucapkan terimakasih atas perhatian dan dukungan Bupati Siak Dr.Afni. Tahun 2021 dan 2022, dikatakannya bahwa MTQ di Siak pernah sama sekali tak terlaksana. Sementara tahun 2025 ini, meski di tengah situasi defisit anggaran, Pemkab Siak tetap mengutus Kafilah Siak ke MTQ Provinsi di Bengkalis, yang dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Siak, Afni-Syamsurizal.


"Dulu saat Covid pernah tak ada MTQ sama sekali di Siak bahkan Provinsi. Tahun ini tingkat Provinsi sudah terlaksana di Bengkalis, maka jangan sungsang turun ke level Kampung di tahun yang sama. Dulu karena pergeseran akibat Covid, maka berubah jadwal. Sekarang ditata ulang sesuai jadwal seharusnya. Yakni Januari-Februari STQ (tingkat Kampung); Februari-Maret MTQ Kecamatan; Mei-Juni, MTQ Kabupaten; dan MTQ Provinsi di Kuansing diperkirakan bulan Juli," jelas pengurus LPTQ Siak, Drs H. Wandi utama , M. Pd.


Sementara itu Drs. H. Nursya, Koordinator bidang Diklat LPTQ mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan dukungan Bupati Siak. Konsep memuliakan Al Quran yang diinginkan Bupati, akan disiapkan dengan sebaik mungkin. 


"Dalam setahun anggaran LPTQ sekitar Rp1 miliar. Kami berterimakasih komitmen Ibu Bupati untuk menambah. Pembinaan dan persiapan MTQ akan kami siapkan sebaik mungkin sebagaimana jadi harapan Bupati," kata Nursya.


MTQ Pernah Terhenti Dua Tahun, Bupati Afni Komitmen Tambah Anggaran LPTQ 

Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Siak menyambut gembira komitmen Bupati Siak, Dr. Afni Z  M.Si, yang bertekad mengawal pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di seluruh tingkatan, dari kampung, Kabupaten hingga Provinsi.


Pengurus LPTQ Siak, Drs H Wandi Utama, M.Pd, mengatakan pada 2021–2022 pelaksanaan MTQ di Siak memang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. 


“Dua tahun penuh MTQ tak terlaksana di Siak, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Sejak itulah pelaksanaan MTQ sering molor atau sungsang. Seleksi tingkat Kampung terlaksana biasanya di Januari, berjenjang sampai ke tingkat Provinsi," katanya.


Tahun 2025 ini, meski di tengah defisit anggaran, Pemkab Siak tetap mengutus kafilah ke MTQ Provinsi di Bengkalis. Bahkan Bupati dan Wakil Bupati Afni-Syamsurizal hadir langsung memberi dukungan kafilah MTQ di Bengkalis.


Ia menjelaskan, LPTQ bersama Pemkab menata ulang jadwal MTQ agar kembali pada siklus normal. Januari–Februari untuk STQ tingkat kampung, Februari–Maret MTQ kecamatan, Mei–Juni MTQ kabupaten, dan MTQ Provinsi di Kuansing pada Juli 2026.


 “Dengan penataan jadwal ini, pembinaan bisa lebih terarah, dan esensi syiar Alquran dapat terasa kembali,” kata Wandi.


Koordinator bidang Diklat LPTQ, Nursya, juga menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, perhatian Bupati Afni menjadi energi besar bagi pengurus untuk mempersiapkan kafilah yang berkualitas.


 “Dalam setahun, anggaran LPTQ sekitar Rp1 miliar. Ibu Bupati berkomitmen menambahnya agar pembinaan lebih maksimal. Tentu ini dukungan nyata untuk membumikan Alquran,” ungkap Nursya.


Dukungan ini ditegaskan kembali saat Bupati Siak Afni mengunjungi Kantor LPTQ Kabupaten Siak, Jumat (3/10/2025). Dalam arahannya, ia meminta pengurus LPTQ mengawal agar pelaksanaan MTQ benar-benar kembali kepada substansi, bukan sekadar seremoni.


“MTQ wajib terlaksana di Siak. Bahkan kalau anggaran tak ada sekalipun, jangan sampai hilang. Waktu saya kecil, kami pernah lomba pakai lampu colok. Artinya, esensi syiar itu yang utama, bukan astaka megah atau bazar. MTQ adalah syiar Alquran, dakwah, dan pembinaan akhlak Qur’ani,” tegas Afni.


Ia mengkritisi praktik lama di mana pembangunan astaka kerap lebih mahal daripada penghargaan untuk qari, qariah, maupun para ustaz pembina.


 “Ini harus kita tata ulang. Jangan terbalik, astaka berjuta-juta, sementara bonus qari jauh lebih kecil. Kita harus kembali ke niat awal, memuliakan Alquran, bukan memuliakan proyek,” tambahnya.


Afni juga mendorong agar MTQ lebih dekat dengan ruh pesantren. 


“Laksanakan MTQ di pesantren, agar ghirah syiar terasa. Anggaran LPTQ harus naik, bonus qari dan qariah harus ditingkatkan, dan kantor LPTQ harus lebih representatif. Anak-anak yang datang berlatih harus nyaman agar tumbuh cinta Alquran,” ujarnya.


Sebagai purna kafilah MTQ cabang Syarhil Quran, Afni mengatakan pentingnya pembinaan berkelanjutan. Pada peringatan Hari Santri 22 Oktober mendatang, ia berencana mengumpulkan seluruh pengurus LPTQ kecamatan, Kepala KUA, dan camat untuk menyamakan langkah.


 “Saya pernah tiga tahun berturut-turut menjadi kafilah. Maka saya tahu, kunci prestasi ada pada pembinaan dan pengkaderan. Itu yang harus kita perkuat,” kata Bupati perempuan pertama di Siak itu.


Dengan jadwal STQ tingkat kampung yang akan dimulai Januari 2026, Afni menegaskan LPTQ sudah harus menyiapkan perencanaan dari sekarang.


 “Meski anggaran kita efisiensi, LPTQ tetap harus diperkuat. Sedikit atau banyak, anggaran tambahan wajib diarahkan ke pembinaan. Itulah jalan menjaga kemuliaan Al-Qur’an di Negeri Istana,” pungkas Afni.(WIN)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)