Belasan Tiang Retak, Fisik SDN 5 Sei. Selari, Bengkalis Gagal Struktur

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kondisi Tiang Keropos di SDN 05 Bukit Batu

RiauBerdaulat.com,BENGKALIS - Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5
Desa Sungai Selari, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis semakin
mengkhawatirkan. Karena, gedung dibangun 1992 silam ini terdapat
belasan tiang penyangga lantai dua bagian luar dan di dalam ruang
belajar lantai satu mengalami keretakan cukup parah, menurut praktisi
atau pengamat infrastruktur di Bengkalis sudah gagal struktur.
 
 
Oleh karena itu, aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah
dinilai sangat membahayakan dan harus dipindahkan untuk sementara
waktu.

“Menurut Saya gedung tersebut sudah gagal struktur, keretakan sudah
sampai ke besi tulangan dengan korosi yang sudah luar biasa. Masalah
besi tulangan yang cukup ‘ditakuti’ dalam sebuah bangunan diantaranya
kapasitas tegangan rendah di bawah, terlihat tampak kuat tetapi tidak
bisa diketahui kapan tegangan maksimal dan tanpa aba-aba langsung
roboh,” ungkap Praktisi Infrastruktur di Bengkalis Rocky Markiano, ST
kepada sejumlah wartawan, Kamis (9/3/17).
 
Pria yang sudah menggeluti bidang konsultan sejak sekitar 16 tahun
lalu hingga sekarang ini juga mengatakan, masalah tulangan yang
terjadi terhadap SDN 5 Desa Sei. Selari, Buktibatu tersebut, tidak
bisa diketahui kapan roboh atau tidak bisa diprediksi.

“Ya di bawah kapasitas, pada posisi tegangan leleh maksimal bangunan
langsung roboh, tidak bisa diprediksi.Kita tidak bisa memastikan desain sekolah ini, melihat dari gambar kapasitas di bawah tegangan rendah dan karena retakan  tiang
beton cukup parah hanya mengharap tegang leleh bajanya saja,”
paparnya.

Rocky menyarankan, melihat kondisi bangunan secepatnya merelokasi
anak-anak melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Secara teknis sudah membahayakan.

Pada saat retak halus bangunan perawatan bisa langsung diberikan
material, agar sampai masuk ke dalam, bisa bertahan juga. Kemudian,
ada dua cara jangka pendek, retak sebelum sampai besi tulangan, beton
diinjeksi dengan beton lalu direfing pakai fiber. Kedua injeksi kolom,
dibobok sampai ke tulangan lalu dibuat kolom baru di lapis lagi dengan
beton tulangan baru.

“Kalau melihat kondisi parah yang ada di bangunan SD tersebut, dibantu
dengan pakai baja tidak berani dijamin karena harus menghitung
beban-bebannya juga,” sarannya.(RBE)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)